>

Cerita Warga Asal Jakarta Lapor Polisi Jadi Korban Investasi Bodong, Merugi Rp150 Juta

  Sabtu, 03 April 2021   Fichri Hakiim
Korban yang Diduga Terlilit Investasi Bodong (Fichri Hakiim)

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM -- Kasus dugaan investasi bodong kembali terjadi. Kali ini diduga dilakukan oleh PT. Baracca Far Ocean. Dalam kasus dugaan investasi bodong ini, korban bernama Berry (44) mengatakan, ada sekitar 200 orang yang menjadi korban dan taksiran total kerugian dari para korban mencapai Rp 30 miliar. 

"Ada sekira 200 korban dari seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan ada korban yang berasal dari Kalimantan," ujar Berry di Mapolres Jakarta Selatan, Sabtu (3/4/21).

Berawal dari Berry mengetahui PT. Baracca dari temannya yang memang bekerja di perusahaan tersebut. Kemudian, temannya tersebut menawarkan Berry suatu program investasi. Tertarik dengan skema usaha yang dijanjikan, Berry pun menginvestasikan sejumlah uangnya.

"Pada bulan November 2019, saya melakukan transaksi transfer ke BCA milik PT Baracca senilai Rp 150 juta. Kemudian, kita ke Central Park lantai 30, untuk tanda tangan kontrak, namun di bulan berikutnya apa yang dijanjikan oleh Baracca tidak ada realisasinya," jelasnya.

Hingga saat ini, Berry tidak pernah menerima sepeser pun uang hasil investasinya ke PT. Baracca. Namun pihak CEO PT. Baracca disebut masih berkomunikasi dengan korban melalui Whatsapp.

"Selama berjalan satu setengah tahun, beberapa kali manajemen dari Baracca ini CEO nya Pak Frid mengadakan pertemuan dengan member-member yang lain. Ia menjanjikan akan melakukan pengembalian di bulan Mei lah, terus kemudian mundur lagi di bulan ini, sampai sekarang ternyata engga ada eksekusinya," kata Berry. 

Karena tak ada kejelasan soal uang investasinya, akhirnya para korban melaporkan CEO PT. Barraca, Frid Razalee alias Frid Rizaldy ke petugas kepolisian. 

"Nah saya sendiri pun gak tahu keberadaan CEO-nya sekarang ini dimana. Selain itu, yang saya tahu ada korban yang nilai totalnya mencapai Rp 2,7 Miliar dari satu orang," ucapnya. 

Laporan yang dilayangkan para korban telah diterima Polres Jakarta Selatan dan telah teregistrasi dengan nomor LP/86/I/2021/RJS.

Selain di Polres Jakarta Selatan, ada juga korban yang melaporkan kasus ini ke Polres Depok. Laporan ini juga sudah diterima pada Maret 2020 lalu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar