>

Gubernur Anies Sebut PPKM Mikro Jakarta Diperpanjang Lagi

  Senin, 05 April 2021   Aini Tartinia
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Republika)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro akan diperpanjang. PPKM pertama kali dilangsungkan pada 11 Januari.

Dianggap efektif untuk menekan laju penyebaran Covid-19, PPKM pun dilanjutkan dengan PPKM Mikro dan dijadwalkan berakhir hari ini.

Anies mengatakan, perpanjangan PPKM Mikro sesuai dengan arahan kebijakan pemerintah pusat. Menurut dia, sudah ada arahan dari pemerintah pusat untuk memperpanjang PPKM Mikro.

"Sudah diumumkan kan dari pemerintah pusat bahwa akan ada perpanjangan dan kita akan jalankan itu," kata Anies di Balai Kota usai meninjau vaksinasi bagi pekerja media, Senin (5/4/2021). 

Namun demikian, ia belum menyebut periode perpanjangan PPKM Mikro yang akan ditetapkan. Sementara itu, hingga Minggu, (4/4/2201) kemarin jumlah kasus konfirmasi Covid-19 secara total di Jakarta sebanyak 386.466 kasus. 

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 373.565 dengan tingkat kesembuhan 96,7%, dan total 6.360 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.  Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,7%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2%. 

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.339.471 orang (44,6%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 494.227 orang (16,5%).

Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 121.845 orang (108,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 105.485 orang (93,9%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang. Sebagai tambahan informasi, terdapat perbaikan sistem pada situs KPCPEN yang mana sempat terjadi duplikasi NIK pada hasil vaksinasi tenaga kesehatan dan telah dilakukan perbaikan data. Sehingga, terjadi penurunan data jumlah tenaga kesehatan yang divaksin.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 487.262 orang (53,4%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 83.140 orang (9,1%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang. Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 730.364 orang (36,9%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 305.602 orang (15,5%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar