>

Sudah Coba Berkali-kali, tapi Tak Lolos Kartu Prakerja? Mungkin Ini Sebabnya

  Selasa, 06 April 2021   Icheiko Ramadhanty
Kartu Prakerja / Istimewa

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kartu Prakerja merupakan salah satu program sosial di masa pandemi Covid-19 yang diluncurkan pemerintah. Bantuan senilai Rp 3,55 juta itu masih menjadi primadona kendati banyak masyarakat yang kecewa karena tidak kunjung lolos mendapatkan insentif meskipun sudah berkali-kali mendaftar.

Di tahun lalu, Kartu Prakerja tidak pernah memberikan alasan kepada mereka yang tidak lolos. Kurangnya transparansi ini membuat sebagian masyarakat tidak tahu harus berbuat apa ketika aplikasi mereka ditolak berkali-kali tanpa bisa memperbaruinya.

Namun di tahun 2021 ini, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja berjanji akan lebih transparan terhadap peserta yang nantinya gagal. Mulai gelombang 14 dan seterusnya, peserta yang gagal akan menerima pesan alasan mereka gagal.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. 

“Pada saat pengumuman penerimaan akan ada pesan di dashboard dengan alasan mengapa mereka tidak lolos,” ucap Denni kepada awak media beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, Manajemen Pelaksana hanya mensortir pendaftar Kartu Prakerja berdasarkan NIK. Hal ini utamanya untuk mensortir kelompok-kelompok yang masuk dalam pendaftar yang tak masuk pertimbangan menjadi penerima insentif Kartu Prakerja.

Kelompok-kelompok tersebut antara lain PNS, pegawai BUMN/D, pejabat negara, penerima bantuan sosial lainnya, dan orang ketiga dalam satu nomor Kartu Keluarga (KK) yang telah menerima Kartu Prakerja 2020.

"Untuk teman-teman yang tidak lolos, akan diberikan informasi di dashboardnya masing-masing mengenai alasan mengapa teman-teman tidak berhasil menjadi penerima Kartu Prakerja," jelas Denni.

Sehingga nantinya jika terdapat pendaftar yang tidak lolos dan mendapatkan alasan dari Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, namun tidak sesuai dengan keadaan saat ini, diharapkan untuk menghubungi instansi terkait.

"Misalnya NIK teman-teman masih tercatat di Kementerian Pendidikan. Kalau seperti itu, statusnya masih aktif menjadi mahasiswa. Kalau sebenarnya sudah lulus kuliah, maka harus menghubungi perguruan tinggi masing-masing untuk statusnya agar diubah," ujar dia. 
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar