>

Umumkan Promosi Atlet, PBSI Lakukan Serangkaian Tes Kesehatan

  Sabtu, 10 April 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi bulu tangkis / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Bertempat di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, sebanyak 67 atlet pelatnas menjalani serangkaian tes kesehatan. Tes kesehatan ini rutin dilakukan PBSI saat pemanggilan pemain di setiap awal tahun.

Serangkaian tes kesehatan yang dibagi menjadi enam pos ini meliputi pemeriksaan darah, elektrolit, fungsi hati, ginjal, rontgen thorax, frekuensi nadi, tensi, saturasi oksigen, THT, mata, EKG, visus, postur, gizi, dan lain sebagainya.

Kepala dokter PBSI Michael Triangto mengatakan, tes kesehatan ini adalah bagian dari pengecekan kondisi atlet yang terpilih masuk ke pelatnas.

"Yang pertama tes kesehatan ini bertujuan tentunya setiap ada atlet yang baru masuk, dalam artian atlet yang terpilih, kami harus mengetahui dulu baik tingkat kesehatannya maupun tingkat kebugarannya," kata dr. Michael dalam keterangannya, Sabtu (10/4/2021). 

Michael menuturkan, sebagai syarat para atlet bisa masuk di pelatnas, mereka harus sehat dan memenuhi standar. Standar tersebut meliputi kesehatan dan standar kebugaran sesuai yang diminta pelatih fisik. 

"Ada beberapa contoh atlet yang bisa disebut potensial lalu masuk ke pelatnas tapi ternyata ia sudah habis-habisan di klub, artinya sudah pernah cedera dan ketika di dalam pun akhirnya terus mengalami cedera. Itu yang kami hindari. Makanya para atlet ini harus benar-benar kualitasnya sesuai dengan standar yang kami minta," ujarnya.

Masih menurut Michael, para atlet yang belum memenuhi standar bukan berarti PBSI menutup pintu bagi mereka. Di tahun depan bila usianya masih cukup dan mempersiapkan diri dengan lebih baik, tidak menutup kemungkinan untuk mereka bisa kembali diterima.

Selain itu, Michael juga menegaskan hasil tes kesehatan ini tidak mutlak menjadi penentuan para atlet terpilih ini untuk berlanjut di pelatnas atau dipulangkan kembali ke klub.

"Misalnya atletnya bagus, kesehatan cukup bagus juga kecuali mata. Berkacamata katakan seperti itu. Tentunya tetap saja kami akan mengatakan ini nilai minus untuk dia. Tapi itu bukan final karena kami akan membicarakan lagi dengan yang lain," kata Michael.

Contoh lain, atlet serba bisa dan sudah pernah menjadi juara tapi tinggi badan tidak memenuhi persyaratan.

"Tidak masalah asal kekurangannya itu bisa ditutup dengan kemampuan yang lain, kelenturan dan kecepatan misalnya. Apalagi dia main di ganda," ujar dokter Spesialis Kedokteran Olahraga tersebut.

Selain tes kesehatan, para atlet pelatnas juga akan menjalani tes fisik mulai hari Jumat (9/4). Hasil dari kedua tes ini akan digabung lalu menjadi bahan evaluasi untuk penilaian ke depan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar