Galau Karena Putus Cinta Bisa Terpapar Corona, Begini Penjelasannya!

  Minggu, 11 April 2021   Yogi Faisal
Ilustrasi, petugas kesehatan saat melakukan swab tes kepada masyarakat (Yogi Faisal/ AyoBogor)

TANAH SAREAL, AYOJAKARTA.COM - Galau karena putus cinta, menjadi salah satu fenomena psikologis, yang kerap kali dialami para remaja. Bahkan, perasaan galau, seolah sudah menjadi hal yang biasa bagi remaja. Terutama saat ditinggalkan oleh orang tersayang dan orang yang paling berharga dalam hidupnya.

Pemegang Program Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Utami Rahayuningsih, MPsi., Psi mengatakan, galau merupakan perasaan hati yang tidak tenang atau cemas.

Umumnya, penyebab galau bermacam-macam. Mulai dari patah hati, kehilangan seseorang yang dicintai, merasa cemas terhadap suatu kondisi, kurang bersyukur dengan keadaan, sulit untuk memutuskan sesuatu, melakukan suatu kesalahan dan masih banyak lagi.

Galau memiliki dampak yang berbeda-beda pada kepribadian setiap orang. Sehingga dampak yang ditimbulkan tidak bisa disamaratakan, begitupun dengan penanganannya.

"Tapi secara umum, dampak dari galau karena putus cinta misalnya, akan mempengaruhi perasaan, fisik, maupun mental seseorang," katanya, saat dihubungi ayobogor.com Minggu (11/4).

Dari segi fisik, biasanya orang tersebut bakal mengalami sulit tidur, stress, pola makan berubah, dan beberapa gangguan fisik lainnya, yang berujung pada turunnya imunitas tubuh.

Sementara dari segi kesehatan jiwa, seseorang yang galau karena putus cinta, biasanya akan mengalami emosi yang sulit dikontrol dan kerap kali berpikiran negatif. Hal tersebut secara otomatis berdampak pada meningkatnya hormon kortisol (hormon pemicu stress) dan menurunkan imunitas tubuh.

Wanita yang akrab disapa Ningsih ini menegaskan, turunnya imunitas tubuh karena galau dan putus cinta, sangat berpotensi bisa menyebabkan seseorang terpapar covid-19, terlebih jika orang tersebut abai terhadap protokol kesehatan.

"Saat seseorang galau karena putus cinta, secara otomatis bakal berdampak pada perasaan, fisik dan mental, yang berujung pada turunnya imunitas tubuh. Kalau imunnya sedang turun dan kurang menjaga protokol kesehatan secara displin, bisa jadi dapat terpapar covid-19," bebernya.

Tips Mengatasi Galau Karena Putus Cinta

Bagi remaja dan kaula muda yang saat ini tengah dilanda galau karena putus cinta, Pemegang Program Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Utami Rahayuningsih, MPsi., Psi memberikan sedikit tips dan trik untuk mengatasinya.

Setidaknya ada enam langkah yang mesti dilakukan seseorang, saat dilanda Galau dan putus cinta.

1. Luangkan waktu untuk diri sendiri

Setidaknya seseorang membutuhkan waktu untuk menyendiri saat galau putus cinta, sambil meluapkan semua perasaan yang dirasakan. Hal itu bertujuan agar semua emosi yang dirasakan saat itu, bisa sedikit berkurang, meskipun tidak seluruhnya hilang.

2. Yakin bahwa ada hal-hal positif lainnya dari kejadian ini

Saat dilanda galau putus cinta, seseorang harus selalu berpikir positif. Hindari sekecil apapun pikiran negatif yang terlintas, terutama pikiran yang memicu kearah yang tidak baik.

3. Mendekatkan diri secara spiritiual dengan berdoa

Meningkatkan ibadah juga merupakan salah satu cara yang tergolong ampuh, saat galau dan putus cinta melanda. Sebab, dengan berdoa dan beribadah, akan memberikan rasa tentram.

4. Bercerita pada orang yang bisa membawa pemikiran positif

Bercerita kepada seseorang yang kita percaya, mungkin bisa menjadi salah satu solusi saat merasa galau karena putus cinta. Sebab, dengan bercerita kepada seseorang, perasaan akan sedikit lebih lega. Tak jarang juga kita akan mendapatkan nasehat dan masukkan dari orang yang kita aja bercerita.

5. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat

Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh orang yang dilanda rasa galau karena putus cinta, yakni dengan menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Hal tersebut dinilai perlu untuk dilakukan, guna mengantisipasi munculnya pemikiran negatif.

6. Kembangkan relasi dengan orang lain

Selain langkah-langkah diatas, saat seseorang dilanda galau dan putus cinta, baiknya mencoba berinteraksi dengan orang banyak. Hal tersebut bertujuan untuk menjernihkan pikiran, dan melupakan permasalahan yang terjadi.

Ningsih juga menghimbau kepada para remaja, saat rasa galau tiba-tiba menyerang, yang pertama kali harus dilakukan adalah berusaha tenang, dengan menarik napas panjang sampai dirasakan detak jantung yang tadinya berdetak kencang menjadi lebih normal, baru setelah itu coba pecahkan masalah tersebut.

"Jika dalam beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan rasa galau itu tetap muncul dan mengganggu aktivitas kita sehari-hari, baiknya datang ke layanan kesehatan untuk berkonsultasi dengan orang yang lebih ahli, seperti dokter, psikiater, atau psikolog," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar