>

Dua Remaja di Bogor Jadi Mucikari, Pekerjakan PSK di Bawah Umur

  Senin, 12 April 2021   Yogi Faisal
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto, saat mengintrogasi salah satu mucikari Apartemen Bogor Valley.

TANAHSAREAL, AYOJAKARTA.COM - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota, berhasil mengamankan dua orang pelaku atas kasus prostitusi online, yang terjadi di Apartemen Bogor Valley, Kota Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto mengatakan, dua orang pelaku tersebut yakni DAP (17) dan FY (20). Keduanya tega mempekerjakan dua orang wanita yang masih berusia di bawah umur, sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Dhoni menjelaskan, kedua pelaku tersebut memiliki peran yang berbeda. Di mana tugas DAP bertugas sebagai mucikari, sementara FY sebagai pemilik kamar di Apartemen Bogor Valley Kota Bogor.

"DAP ini tugasnya sebagai penyedia jasa. Jadi ia menawarkan dua orang wanita di bawah umur ini, kepada lelaki hidung belang melalui media sosial. Sementara FY, pemilik kamar di apartemen Bogor Valley," katanya, Senin (12/6).

Untuk sekali kencan, keduanya mematok harga Rp700 ribu untuk para tamunya. Dengan rincian, Rp500 untuk wanitanya, sementara Rp200 ribu lainnya untuk biaya sewa kamarnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, dalam satu hari, biasanya kedua wanita panggilan yang masih di bawah umur tersebut bisa melayani 10 lelaki hidung belang. "Pengakuan keduanya, dalam satu bulan mereka bisa mendapatkan Rp3 juta dari bisnis tersebut," ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 15 lembar uang pecahan Rp100 ribu, satu lembar uang pecahan Rp50 ribu, empat unit smartphone dan satu bungkus minuman keras.

Atas perbuatannya itu, keduanya dijerat dengan Pasal 2 juncto Pasal 10 Undang-undang Republik Indonesia tentang tindak Pidana Perdangangan Orang dan Pasal 10 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3 tahun
dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta," tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar