>

Pengguna Shopee Keluhkan Paket Belum Sampai, Imbas Kurir Shopee Express Mogok dan Resign?

  Selasa, 13 April 2021   Fichri Hakiim
Tampilan muka aplikasi e-commerce Shopee / istimewa

JATINEGARA, AYOJAKARTA -- Sejumlah pengguna platform e-commerce Shopee Indonesia mengeluhkan paket pesanannya tak kunjung sampai hingga batas estimasi pengiriman. 

Mereka mengaku memilih jasa kirim Shopee Express karena tertarik dengan penawaran gratis ongkos kirim (ongkir) yang diberikan. Jika biasanya barang pesanan mereka sampai dalam waktu satu hingga dua hari, maka hal itu tak terjadi kali ini. 

Seperti pengakuan Nadia, warga Jatinegara, Jakarta Timur yang juga kebingungan dengan tidak adanya notifikasi pengiriman dari Shopee. 

"Aku pesan barang itu dari kemarin lusa, harusnya sekarang atau paling enggak besok udah sampai. Dari penjualnya udah kirim, tapi enggak ada update dari Shopee Express-nya sampai sekarang," kata Nadia kepada Ayojakarta, Selasa, 13 April 2021. 

Perempuan berusia 26 tahun itu tak mengetahui alasan dibalik tertundanya pengiriman. Bahkan, saat coba ditanyakan pada customer service, jawabannya pun tak memuaskan. 

"Enggak tahu alasannya apa pengiriman lama banget. Ditanya ke CS juga katanya cuma lagi dalam proses pengiriman," ujar dia. 

Hal senada juga dialami Salsabila, warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Paket pesanannya belum juga sampai sejak dua hari lalu. Padahal, biasanya menggunakan jasa kirim Shopee Express lebih cepat sampai. 

"Keterangannya sih udah terkirim, tapi belum sampai aja. Keterangan terakhir masih di gudang," katanya. 

Ayojakarta coba menelusuri penyebab pesanan tak kunjung sampai di kanal Pusat Bantuan pada aplikasi Shopee. Namun, tidak ada jawaban spesifik mengenai hal itu. 

Shopee hanya menjelaskan estimasi waktu pesanan dalam pengemasan serta pesanan dalam pengiriman, dan penjelasan tentang perubahan pelayanan jasa kirim. 

Jadi, jika dulu pengguna Shopee bisa langsung memilih jasa kirim kurir yang diinginkan seperti JNE, J&T, Shopee Express ketika proses check out, maka kini mereka hanya dihadapkan pada pilihan pengiriman Instant, Same Day, Reguler, Hemat, Kargo, dan Ambil di Tempat. 

"Hal ini dilakukan agar anda dapat menerima pesanan lebih cepat. Dengan sistem ini, Shopee akan secara otomatis memilihkan layanan jasa kirim terbaik yang disesuaikan dengan pilihan estimasi waktu serta kapasitas pengiriman agar pesanan dapat diterima lebih cepat," tulis manajemen Shopee. 

Apakah kendala pengiriman ini terkait dengan aksi mogok kurir Shopee Express di Bandung Raya beberapa hari lalu? Manajemen Shopee Indonesia belum memberikan jawaban pasti. 

Namun, informasi mengenai aksi mogok dan banyaknya kurir Shopee Express wilayah Jabodetabek yang mengundurkan diri (resign) bersumber dari seorang penulis dan periset Arif Novianto melalui akun Twitter pribadinya dengan username @arifnovianto_id.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa kurir Shopee Express yang berada di Bandung Raya dan Jabodetabek melakukan mogok kerja terkait penurunan upah yang diputuskan manajemen Shopee. 

"Sejak 5 hari yang lalu, rider Shopee Express di daerah Jabodetabek melakukan mogok kerja. Mereka protes karena upahnya diturunkan dari Rp 5.000 per paket, Rp 3.500 per paket, Rp 2.500 per paket, dan pada awal April menjadi Rp 1.500 per paket. Mereka tak dapat upah minimum dan jaminan sosial," tulis Arif. 

"informasi tempat pemogokan adalah di Bandung Raya, bukan Jabodetabek, dilakukan oleh Himpunan Driver Bandung Raya. Sementara di Jabodetabek, karena belum terorganisir, para rider banyak yang memilih off atau resign dari Shopee Ekspress akibat kebijakan tarif terbaru yang ditetapkan," lanjut dia. 

Adapun dampak dari pemogokan mitra Shopee Express telah membuat barang-barang di gudang mereka menumpuk, belum bisa dikirimkan ke konsumen. 

"Jika upah mereka diturunkan jadi Rp 1.500 setiap paket yg mereka kirim ke konsumen, maka kondisi kerja mereka akan semakin berat. Rata-rata 1 paket diantar ke konsumen itu membutuhkan waktu 10 menit, jadi anggap saja 6 paket per jam. 8 jam = 48 paket = Rp 72.000. Motor dan bensin dari driver," tulis Arif lagi. 

Meski aksi mogok kerja yang dilakukan oleh kurir Shopee Express telah berakhir, namun tuntutan mereka tidak membuahkan hasil. Pihak perusahaan tetap menurunkan tarif, tapi akan meninjau aturan baru terkait target untuk dapat insentif atau bonus yaitu 60 paket per hari bagi kurir.

Ayojakarta telah meminta klarifikasi dari manajemen Shopee Indonesia. Namun, hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar