>

Mau Kuliah di Mesir dan Maroko? Kemenag Buka Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah 2021

  Selasa, 13 April 2021   Aini Tartinia
ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Kabar bahagia, Kementerian Agama (Kemenag) akan membuka kembali pelaksanaan seleksi bagi calon mahasiswa baru yang ingin kuliah pada perguruan tinggi di Timur Tengah.

Dikabarkan sempat tertunda karena pandemi Covid-19 di tahun 2020, pendaftaran seleksi tahun ini akan dibuka kembali pada pertengahan atau akhir April 2021.

Teknis seleksi calon Mahasiswa Baru Timur Tengah tahun 2021 ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Rakor berlangsung di Jakarta selama dua hari, 6 April hingga 7 April 2021.

Direktur Timur Tengah dan Afrika, Bagus Hendraning Kobarsyih menyebut, peluang kerjasama dengan negara-negara Arab terbuka luas.

Indonesia, kata dia, perlu membekali para siswa dengan kemampuan bahasa Arab dan Inggris. "Negara-negara Arab lain seperti Yaman, Syria juga sangat bagus untuk studi keislaman. Namun saat ini kondisi politik di negara tersebut masih rawan," ucapnya dikutip dari kemenag.go.id, Selasa 13 April 2021.

Di lain pihak, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Adib Abdushomad menyatakan, bahwa seleksi calon mahasiwa baru (CAMABA) Timur Tengah ini sekaligus menjadi saran membangun jaringan dan kerjasama yang lebih luas dengan negara-negara Timur Tengah.

"Di sisi lain, PTKIN kita harus bekerja keras agar mampu menarik mahasiswa-mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Inilah tantangan ke depan PTKIN, bagaimana menjadikan PTKIN kita sebagai destinasi pendidikan dunia," ujarnya.

Pertemuan tersebut juga dibahas mengenai kesiapan aplikasi pendaftaran dan aplikasi tes CBT secara online. Selain itu, rakor juga melakukan simulasi penyelenggaraan tes di 15 lokasi yang bertempat di UIN.

Ini merupakan seleksi pertama yang akan dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN melalui CBT. Sistem aplikasi  ini dibangun oleh Konsossium PPB UIN.

Soal ujian CBT dibuat berdasarkan standar Lughoh Mesir hasil kolaborasi antara Pusat Pengembangan Bahasa UIN dan Ikatan Alumni Al Azhar Cabang Indonesia.

Dalam laporannya, Tim Pengembang aplikasi CBT online menyatakan secara system bahwa semua sudah siap. Namun, simulasi uji coba tetap harus dilakukan agar pada saat pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar.

Seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Kasi Kerjasama, Zulfakhri menambahkan, seleksi Timur Tengah tahun ini merupakan ujian pertama bagi pusat pengembangan bahasa untuk memastikan seleksi berjalan lancar.

"Demi kelancaran seleksi tahun ini, kami melibatkan dari PPB, OIAA, PUSIBA, dan Forum Konsultasi Pendidikan Timur Tengah untuk secara bersama-sama mensukseskan seleksi Timur Tengah ini," katanya.

Terdapat dua negara pilihan untuk kuliah di Timur Tengah, yaitu Mesir dan Maroko. Pendaftaran juga dilakukan secara online melalui laman resmi https://diktis.kemenag.go.id.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar