>

Saling Adu Argumen, Sidang Habib Rizieq dan Wali Kota Bogor Sengit

  Rabu, 14 April 2021   Yogi Faisal
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menjalani sidang lanjutan, atas kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto angkat suara,soal pemanggilan dirinya sebagai saksi, pada kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) di Rumah Sakit Ummi beberapa waktu lalu.

Secara umum sidang tersebut berjalan lancar, meski sempat sesekali terjadi perbedaan argumen dan pandangan. Perbedaan terjadi lantaran adanya perbedaan sudut pandang tentang aturan main penanganan covid-19.

"Semuanya kan ada landasan aturannya, mulai dari undang-undang, Keputusan Presiden (Kepres), keputusan walikota, itu semua ada dan jelas. Perdebatan terjadi terkait hal ini, tapi saya sudah jelaskan semua ada landasannya," kata Bima saat ditemui selepas sidang di Pengadilan Negri (PN) Jakarta Timur, Rabu 14 April 2021.

Selain perdebatan aturan dan regulasi, perdebatan pada persidangan juga terjadi lantaran status positif covid-19 HRS yang sempat disembunyikan dari pemerintah.

"Kedua perdebatan terjadi karena fakta-fakta tidak sesuai yang terungkap, seperti HRS positif covid-19. Jadi apa yang habib sampaikan saat di RS Ummi kalau habib baik-baik saja itu bohong. Karena habib covid-19, karena saat di RS Ummi antigennya sudah positif covid-19," ucapnya.

Bima juga membantah kabar yang menyebut apa yang ia lakukan kepada HRS semata-mata karena unsur politik.

"Yang saya lakukan ini semuanya tidak ada unsur politik, tidak ada tekanan, ini semua hanya murni ingin melindungi warga saya dan menjalankan tugas saya agar warga Bogor tidak terpapar," tegasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar