>

Pejabat China Akui Efektivitas Vaksin Sinovac Rendah, Indonesia Tetap Pakai?

  Rabu, 14 April 2021   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA -- Direktur Pusat Pengendalian Penyakit China (CDC) Gao Fu mengatakan bahwa vaksin Covid-19 asal negaranya memiliki tingkat efektivitas rendah. Pengakuan ini cukup mengejutkan banyak pihak, terutama di negara-negara dengan pemesan Sinovac terbanyak seperti Brazil, Turki, dan Indonesia.

"Vaksin kami tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi," ucap Gao dalam konferensinya Sabtu lalu di Kota Chengdu seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu 14 April 2021.

Dia mengatakan saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan vaksin yang berbeda dalam proses imunisasi vaksin Covid-19. Gao menuturkan perubahan jumlah dosis dan durasi waktu antara dosis pertama dan kedua juga akan menjadi solusi dalam permasalahan ini.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Indonesia Siti Nadia mengatakan bahwa BPOM dan ITAGI telah memberikan evaluasi dan rekomendasi terkait langkah-langkah kedepan.

Ketika ditanya apakah Indonesia berencana membuka opsi untuk menunda atau memberhentikan pengiriman Sinovac tahap selanjutnya, Siti Nadia mengatakan tidak.

"Enggak. Kita jangan menaruh resiko untuk makin banyak yang sakit ataupun menghadapi kematian akibat Covid-19," ujarnya saat diminta keterangan oleh Ayojakarta, Rabu 14 April 2021.

"Selama efikasi lebih dari 50% sesuai rekomendasi WHO, kita kejar upaya kekebalan kelompok," tambahnya.

Tingkat efektivitas dua suntikkan Sinovac ditemukan serendah 50,4% selama uji coba tahap akhir di Brasil. Uji coba serupa ditemukan efektivitas lebih tinggi di Indonesia dan Turki.

Data dari subkelompok kecil menunjukkan bahwa tingkat kemanjuran Sinovac meningkat menjadi 62,3% ketika dosis diberikan dengan interval tiga minggu atau lebih lama. Saat ini, Pemerintah China belum menyetujui vaksin produk asing untuk digunakan di China.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar