>

Kader PKS Sebut Isu Reshuffle Kabinet Jangan Jadi 'Politik Daging Sapi'

  Kamis, 15 April 2021   Aini Tartinia
Presiden Jokowi (setkab.go.id)

TEBET, AYOJAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengomentari terkait isu perombakan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjadi perbincangan publik.

Jika benar-benar terjadi reshuffle, Mardani mengaku tak ingin mendengar adanya “politik daging sapi”. Sayang, anggota Komisi II DPR RI itu tak menyebutkan apa maksud istilah tersebut yang dituliskannya melalui akun Twitter pribadi @MardaniAliSera.

"Jangan politik daging sapi lagi," cuitnya, Rabu 14 April 2021.

Menurutnya, alasan tak mau mendengar politik daging sapi dikarenakan Jokowi saat ini sudah memasuki periode kedua. Kalaupun memang benar bakal direshuffle, Mardani meminta Jokowi memiliki data akurat dan berbasis keadilan.

Pesan untuk Pak @jokowi, walau angkat Menteri hak prerogatif Presiden tetap prinsip tata kelola dan efektivitas Pemerintahan mesti jadi pertimbangan," tulisnya.

Tak hanya itu, dia juga meminta kepada Jokowi untuk mengejar ketertinggalan dari visi dan misi yang pernah dicanangkan selama ini. Terlebih, menghidupkan pertumbuhan ekonomi yang harus berkeadilan, serta penanganan Covid-19 haruslah menjadi prioritas yang paling utama setelah reshuffle.

Sementara itu, untuk nama-nama menteri yang bakal dicopot, Mardani menuliskan semuanya terserah dari Jokowi. “Siapa dan kementerian mana saja monggo saja diputuskan. PKS akan istiqomah menjadi oposisi,” tulisnya.

Diketahui, isu reshuffle kabinet terdengar setelah peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ditambah pula ocehan dari Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang turut membocorkan rencana Jokowi untuk melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Kondisi seperti ini pun dimanfaatkan oleh lembaga survei untuk melakukan polling terkait daftar menteri di Kabinet Indonesia Maju yang layak direshuffle.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar