>

Studi : Minum Probiotik, Omega 3, Multivitamin, dan Vitamin D Turunkan Risiko Kena Covid-19

  Selasa, 20 April 2021   Firda Puri Agustine
Ilustrasi Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA - Mengonsumsi multivitamin, omega-3, probiotik, dan suplemen vitamin D disebut dapat mengurangi risiko positif SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19. Penelitian ini telah dipublikasikan secara online di jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health.

Melansir dari Medical Xpress, untuk tujuan studi ini, para peneliti menganalisis informasi yang diberikan oleh 372.720 pelanggan Inggris ke aplikasi tentang penggunaan rutin suplemen makanan mereka selama Mei hingga Juli 2020.

Antara Mei hingga Juli, 175.652 pelanggan Inggris secara teratur mengonsumsi suplemen makanan dan 197.068 tidak. Sekitar dua pertiga (67 persen) adalah perempuan dan lebih dari setengahnya kelebihan berat badan (BMI 27).

Secara keseluruhan, 23.521 orang dinyatakan positif SARS-CoV-2 dan 349.199 dinyatakan negatif antara Mei dan Juli.

Hasil penelitian menunjukkan konsumsi probiotik, asam lemak omega-3, multivit atau vitamin D dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari infeksi SARS-CoV-2, masing-masing 14 persen, 12 persen, 13 persen dan 9 persen.

Dan ketika para peneliti melihat secara khusus pada jenis kelamin, usia dan berat badan (BMI), hubungan pelindung untuk probiotik, asam lemak omega-3, multivit dan vitamin D diamati hanya pada wanita dari segala usia dan berat badan. Tidak ada asosiasi yang jelas terlihat pada pria.

Hasil serupa juga didapatkan di Amerika di mana penurunan risiko infeksi akubat konsumsi probiotik adalah 18 persen sementara di Swedia 37 persen. Sementara 21 persen dan 16 persen untuk asam lemak omega-3, dan penurunan 12 persen di Ametika dan 22 persen  di Swedia untuk multivitamin.

"Kami tahu bahwa serangkaian mikronutrien, termasuk vitamin D sangat penting untuk fungsi sistem kekebalan yang sehat. Ini, pada gilirannya adalah kunci untuk pencegahan dan pemulihan dari infeksi," kata Profesor Sumantra Ray, Direktur Eksekutif, Pusat Gizi dan Kesehatan Global NNEdPro, yang turut memiliki jurnal tersebut.

"Namun hingga saat ini, hanya ada sedikit bukti yang meyakinkan bahwa mengonsumsi suplemen nutrisi memiliki nilai terapeutik selain menjaga respons imun normal tubuh," imbuhnya.

Para peneliti menegaskan bahwa studi ini adalah studi observasional, jadi tidak bisa menemukan sebab akibat. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar