>

7 Hal yang Perlu Diketahui Soal Larangan Mudik Lebaran 22 April-24 Mei

  Kamis, 22 April 2021   Aini Tartinia
ilustrasi (AyoBandung)

TEBET, AYOJAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 mengubah masa berlaku aturan pelarangan jelang mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini dari sebelumnya hanya 10 hari menjadi satu bulan, yakni dari 22 April hingga 24 Mei 2021.

Hal tersebut tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas No.13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.

Sesuai dengan aturan baru ini, ada sejumlah hal yang harus kamu catat sebagai pelaku perjalanan transportasi darat kalau memang tetap ngotot mudik, sebelum atau sesudah masa peniadaan mudik Lebaran Idul Fitri 2021.

Berikut ini tanya jawab soal mudik Lebaran Idul Fitri 2021 yang perlu kamu ketahui:

Jadi boleh mudik di masa sebelum larangan itu berlaku 22 April hingga 24 Mei?

Boleh. Tapi ada syaratnya.

Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Kapan batas waktu tes antigen atau PCR?

Sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Kalau tak bawa hasil tes PCR dan antigen, gimana dong?

Akan tersedia tes GeNose C19 di sejumlah rest area. Kalau tidak memiliki tes antigen, ini bisa dilakukan sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Kapan batas waktu tes antigen atau PCR?

Sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Kalau tak bawa hasil tes PCR dan antigen, gimana dong?

Akan tersedia tes GeNose C19 di sejumlah rest area. Kalau tidak memiliki tes antigen, ini bisa dilakukan sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Apa ini wajib?

Wajib. Akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Daerah.

Ada pengecualian enggak?

Sebagai informasi, larangan mudik dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.

Di antaranya bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didamping oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya. Tapi, ini wajib dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat dan dokumen kesehatan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar