>

Ribuan RT di DKI Masuk Zona Merah Covid-19, Ariza Bantah Kecolongan

  Jumat, 23 April 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi Covid-19 / Pixabay

GAMBIR, AYOJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) membantah isu yang menyebutkan masih ada ribuan RT masuk zona merah Covid-19 sebagai bentuk kecolongan atau kelengahan Pemprov DKI. 

"Ya nggak kecolongan, Jakarta ini kan ada 30 ribuan RT. Itu kan jumlah RT yang sedikit. Jadi sesungguhnya cuma sedikit dibanding jumlah RT yang ada dan Jakarta sudah keluar dari zona merah. Jadi, Jakarta mengalami peningkatan perbaikan terkait Covid," kata Ariza di Balai Kota DKI, Jumat 23 April 2021. 

Menurut dia, Jakarta punya cara penanganan pandemi Covid-19 yang cukup baik. Beberapa cara menekan angka penularan Covid-19 antara lain dengan menambahkan kuota vaksinasi dan fasilitas kesehatan yang baik.

"Vaksinnya tinggi, bagus, kesembuhan meningkat, angka kematian menurun, fasilitas sarana dan prasarana mendukung, SDM meningkat. Jadi, Jakarta on the track mencapai satu sasaran tujuan yang lebih baik lagi terkait vaksinasi terus meningkat," ujar dia. 

Ariza juga menyampaikan, jumlah keterisian tempat tidur perawatan tinggal 39%. Hal yang sama juga terjadi di keterisian tempat tidur di ruang ICU yang menyisakan 46%.

Sehingga menurutnya, pandemi di Ibu Kota Jakarta sudah menuju ke arah perbaikan yang terbilang baik. Penanganannya pun sudah sesuai jalurnya.

"Jadi Jakarta ini on the track, mencapai satu sasaran tujuan yang lebih baik lagi," katanya. 

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 2.659 rukun tetangga (RT) yang berstatus zona merah atau zona risiko tinggi Covid-19. Data ini dihimpun per 8 April 2021.

Oleh karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan aturan jam malam. Zona merah pada RT yang memiliki lebih dari 5 kasus Covid-19 selama 7 hari terakhir. Skenario pengendalian dilakukan lebih ketat dari zona lainnya.

Pertama, dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat. Kemudian, pasien positif dan kontak erat melakukan isolasi mandiri. Lalu, menutup tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor esensial.

RT dengan zona merah melarang kerumunan lebih dari 3 orang, membatasi keluar masuk RT maksimal hingga pukul 20.00 WIB, dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

Hal ini berlaku selama masa PPKM mikro sejak 20 April hingga 3 Mei 2021 yang tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) No.23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro Tingkat Rukun Tertangga (RT).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar