--> -->

Karyawan Kontrak dan Outsourcing Berhak Dapat THR, Begini Hitungannya!

  Senin, 26 April 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi THR / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan pekerja kontrak dan outsourcing berhak untuk mendapatkan tunjangan hari raya (THR) Lebaran.

THR ini wajib diberikan perusahaan dengan besaran satu bulan upah atau gaji untuk pekerja dan buruh dengan masa kerja 12 bulan atau lebih.

Begitupun dengan pekerja dan buruh dengan masa kerja satu bulan secara terus menerus sampai dengan kurang dari 12 bulan juga berhak mendapat THR.

Namun, pemberian THR untuk pekerja kurang dari 12 akan dihitung secara proporsional sesuai masa kerja.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemanaker Indah Anggoro Putri, dalam keterangan tertulisnya mengatakan.

Perhitungan upah satu bulan ini adalah upah tanpa tunjangan atau upah pokok termasuk tunjangan tetap.

"Tidak menutup kemungkinan perusahaan juga dapat memberikan THR yang nilainya lebih besar dari peraturan perundang-undangan,"  kata Indah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Ayojakarta, Senin 26 April 2021.

Namun, hal ini biasanya ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama atau kebiasaan perusahaan.

Sedangkan, untuk pekerja dan buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung melalui dua ketentuan.

Ketentuan pertama, masa kerja 12 bulan atau lebih (rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya). Kedua, masa kerja kurang dari 12 bulan dengan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar