>

Vaksin Sinovac Belum Penuhi Syarat Kelulusan WHO, Ini Respons Kemenkes

  Senin, 26 April 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi vaksin Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data penilaian terkait vaksin Covid-19 yang saat ini terdaftar secara resmi di organisasi naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu. Dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah vaksin-vaksin yang saat ini beredar dan sedang digunakan di beberapa negara.

Dalam tabel penilaian WHO itu, salah satu vaksin yang saat ini banyak digunakan di Indonesia, Sinovac, ternyata belum memenuhi syarat kelulusan (status of assessment) dari WHO.

Penilaian tersebut dikeluarkan WHO per 14 April 2021. Adapun status vaksin buatan China itu masih tertulis ‘in progress’ dalam penilaian WHO EUL/PQ evaluation process.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan menuturkan bahwa hal itu tidak menjadi masalah lantaran vaksin Sinovac sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Banyak negara menggunakan vaksin tanpa harus melalui EUL, karena vaksin yang saat mendapatkan EUL masih terbatas," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Ayojakarta, Senin 26 April 2021.

Dia menegaskan, selama vaksin Covid-19 ada pada landscape WHO dan telah memenuhi syarat efikasi 50%, itu merupakan vaksin yang dapat digunakan untuk penanganan pandemi. Siti juga menegaskan bahwa EUL digunakan lebih kepada kebutuhan persyaratan WHO untuk menjadi salah satu vaksin yang digunakan untuk dibeli oleh WHO.

Sebelumnya, seorang pejabat WHO untuk kawasan Eropa Siddhartha Datta mengatakan bahwa WHO akan membuat keputusan terkait perizinan kelulusan vaksin Sinovac untuk penggunaan darurat pada akhir April atau Mei.

“Kami akan memutuskan terkait keputusan penggunaan darurat dari Sinopharm dan Sinovac pada April atau awal Mei,” ujar Datta dilansir dari channelnewsasia.com, Kamis 15 April 2021.

Sejauh ini berdasarkan tabel tersebut, WHO telah meluluskan assessment dari vaksin Pfizer, Astrazeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India, Astraneneca-SKBio Korea, dan Johnson. 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar