>

Ditangkap Polisi, Travel Gelap Mematok Harga Tinggi dan Tidak Wajibkan Surat Bebas Covid-19

  Kamis, 29 April 2021   Fichri Hakiim
Barang bukti travel gelap yang diamankan di Polda Metro Jaya. (Fichrihakiim/Ayojakarta)

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengamankan ratusan mobil travel gelap yang tidak memiliki izin trayek, serta menyediakan layanan mudik Lebaran tahun ini.

Tak hanya itu, travel gelap pun mematok harga lebih tinggi dan tidak mewajibkan penumpangnya menyertakan surat bebas Covid-19.

"Misalnya Jakarta-Cilacap mereka patok Rp300-350 ribu, padahal biasanya itu hanya Rp200 ribu. Kemudian, ke Lampung antara Rp350-400 ribu, padahal harga normalnya hanya Rp200 ribu. Rata-rata mereka memasang tarif di atas tarif normal," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Kamis 29 April 2021.

Ia menuturkan, selama kurun waktu dua hari sejak tanggal 27-28 April 2021, polisi mengamankan sebanyak 115 kendaraan travel gelap yang tidak memiliki izin trayek.

"Dan keseluruhannya penumpang tersebut tidak ada persyaratan atau diminta menunjukan surat bebas Covid-19 atau hasil swab antigen, tidak ada," ujarnya. 

Padahal, lanjut Sambodo, berdasarkan adendum Surat Gugus Tugas Covid-19 para penumpang harus menunjukan surat hasil Covid-19. 

"Harusnya yang naik dari terminal itu diharapkan mempunyai surat bebas Covid-19, baik swab antigen, GeNose, maupun PCR," katanya. 

Polisi juga memberikan sanksi berupa tilang terhadap para pengemudi travel gelap. Menurut Sambodo, sanksi yang diberikan bertujuan untuk memberikan efek jera bagi pemudik maupun pengemudi travel.

"Kepada mereka telah diberikan penindakan dengan tilang. Mereka harus mengikuti sidang tilang terlebih dahulu, baru bisa mengambil kembali mobilnya. Sidangnya nanti habis lebaran," ujar Sambodo. 

Akibat perbuatannya, para pengemudi travel gelap dikenakan dengan Pasal 308 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dengan ancaman pidana maksimal dua bulan atau denda Rp 500 ribu.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar