>

Pernah Dapat BST Tahap 1, Kok Tahap 4 Gak Cair? Begini Penjelasan Pemprov DKI

  Jumat, 30 April 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi (Pixabay)

GAMBIR, AYOJAKARTA - Bantuan Sosial Tunai (BST) DKI tahap 4 akhirnya cair Jumat sore ini berdasarkan pengumuman di akun resmi Instagram resmi Pemprov DKI @dkijakarta.

Pemprov DKI juga membeberkan alasan mengapa penerima manfaat yang  mendapatkan BST tahap 1, tetapi tidak lagi mendapatkan dana senilai Rp300ribu itu pada tahap 2, 3, dan 4.

Alasannya, pada pencairan BST DKI tahap 2 Dinas Sosial telah melakukan pemutakhiran data penerima bantuan, melalui musyawarah kelurahan yang dihadiri oleh RT dan RW.

"Adapun penerima bantuan dengan kategori sebagai berikut dihapus dari daftar penerima manfaat: meninggal dunia, pindah, dianggap mampu, penerima PKH/BPNT, memiliki penghasilan tetap," tulis Pemprov DKI.

Selain itu, ketika masyarakat masuk kategori usulan baru melalui RT mereka sudah mendapat undangan pertama pengambilan kartu ATM dan buku tabungan, yang telah didistribusikan pada 29 hingga 31 Maret 2021.

"Apabila tidak hadir, akan diberikan undangan kedua dan ketiga melalui perangkat RT dan RW. Untuk itu disarankan agar penerima manfaat berkoordinasi dengan perangkat RT dan RW," tulis akun tersebut.

Berikut beberapa informasi terkait dengan BST untuk DKI Jakarta yang dilansir laman resmi penanganan Covid-19 di ibu kota, corona.jakarta.go.id:

Bantuan Sosial Tunai (BST) Pemprov DKI Jakarta

1. Bantuan bersumber dari dana APBD DKI Jakarta

2. Bantuan disalurkan melalui rekening Bank DKI sebesar Rp300 ribu per bulan

3. Penyaluran dilakukan selama 4 bulan, sejak Januari hingga April 2021

4. Disalurkan dalam bentuk Kartu Tabungan dan Kartu ATM Bank DKI

Mekanisme Penyaluran

a. Terdaftar sebagai penerima bantuan sosial sembako tahun 2020 hasil pembaruan dan pemadanan data Disdukcapil Prov. DKI Jakarta

b. Tidak termasuk penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan/atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

c. Proses penyaluran bertahap dan bergiliran di seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta dimulai pada Januari 2021

d. Terdapat 160 titik lokasi penyaluran di setiap wilayah administrasi & maksimal 500 orang perhari di setiap titik

e. Menerima undangan maksimal H-1 pelaksanaan dari petugas wilayah yang ditunjukp

f. Apabila tidak hadir sesuai jadwal pertama, akan dijadwalkan kembali pada undangan kedua hingga undangan ketiga setelah distribusi tahap pertama selesai di 5 wilayah DKI Jakarta & Kepulauan Seribu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar