Haru! Surat Seorang Anak Awak Kapal Naggala 402 untuk Sang Ayah yang Telah Gugur

  Sabtu, 01 Mei 2021   Aini Tartinia
Postingan Instagram Gatot Nurmantyo

TEBET, AYOJAKARTA -- Rabu 21 April 2021 menjadi mimpi buruk bagi keluarga kapal selam Nanggala 402 yang dikabarkan hilang kontak hingga akhirnya dinyatakan tenggelam. Hingga kini duka masih dirasakan keluarga kru kapal selam KRI Nanggala 402.Salah satunya adalah Nery, seorang putri sulung dari kru KRI Nanggala 402.

Nerry menuliskan surat untuk ayahnya yang dinyatakan meninggal dunia dalam tugas terakhir di kapal selam KRI Nanggala 402. Secara runtut Nery mengungkapkan kejadian yang mengguncang keluarganya. Ayahnya saat hendak bekerja, pamit untuk seminggu, namun hari ketiga KRI Nanggala 402 yang dia naiki mendadak hilang kontak.

"Ya, salah satu awak kapal itu adalah ayah kami, yang pamit bertugas hanya seminggu, namun di hari ketiga di kabarkan lost contact," tulisnya seperti dikutip Ayojakarta dari Instagram @nurmantyo_gatot.

Kedua adiknya juga selalu berdoa dan memantau berita soal hilang kontaknya kapal selam KRI Nanggala 402. Bahkan, adik laki-lakinya berharap agar kapal yang ditumpangi ayahnya terus dicari.

Namun ia sebagai anak pertama, menahan emosi, meski air matanya terus mengalir.

Ia teringat pesan ayahnya yang selalu diulang, terutama soal kondisi rumah yang harus dikendalikan Nery.

"Saat ayah bertugas, kondisi rumah menjadi tanggung jawabmu, bantu bunda untuk menjalankan hari selama ayah tertugas, kamu anak pertama, tugas ini memang untuk kamu, walaupun kamu perempuan, maka jadilah perempuan yang kuat, adikmu boleh menyerah, tapi kamu tidak boleh menyerah jika masih bisa berdiri," tulisnya mengingat pesan sang ayah.

Hal ini selalu diulang ayahnya saat akan pergi bertugas beberapa hari. Bahkan, petuahnya akan lebih panjang jika perjalanan dinas ayahnya lebih dari sebulan. Namun, terakhir sebelum berangkat, pesan terakhir ayahnya tidak lebih lama.

Saat akan masuk mobil, ayahnya kembali dan menghampirinya sambil memberi nasihat. "Ingat tanggung jawabmu, menjaga semua menjadi baik-baik saja, walau dalam keadaan tidak baik," Nery mengingat pesan terakhir ayahnya sebelum berangkat namun tak kembali lagi.

Saat itu, dirinya hanya mengangguk, ia berpikir jika ayahnya hanya pergi seminggu. Ia tak menyangka, tugas seminggu berubah jadi selamanya.

"Namun ternyata tidak seperti biasanya, ayah berlayar tanpa kabar," tandasnya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar