>

BST DKI Jakarta Tahap 4 Cair Tak Ada Potongan, Lapor di Sini Jika Temukan Pungli!

  Sabtu, 01 Mei 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Pemprov DKI sudah mencairkan bantuan sosial tunai (BST) DKI tahap 4 sebesar Rp300 ribu sejak Jumat sore kemarin.

Bantuan yang ditujukan kepada keluarga domisili ibu kota terdampak Covid-19 ini ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui akun Instagram pribadinya menjelaskan penerima BST DKI tahap 4 sudah dapat mencairkan dana melalui ATM Bank DKI.

"Jangan lupa tetap mematuhi protokol kesehatan saat penarikan," tulis akun Instagram @aniesbaswedan, Jumat 30 April 2021.

Dalam infografis yang diunggah, Anies juga menjelaskan bagi warga yang menemukan adanya dugaan pungutan liar dalam pencairan BST dapat melaporkan keĀ call centerĀ Dinas Sosial DKI Jakarta.

Dijelaskan, dana akan tetap bisa ditarik meskipun sudah lewat dari hari saat pengiriman dana ke rekening penerima manfaat. Untuk itu, pengambilan dana bantuan tidak harus pada hari pencairan, namun bisa pada hari berikutnya sehingga tidak terjadi antrean pengambilan BST di lokasi mesin ATM.

Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan tidak ada potongan apapun dari BST yang diterima oleh penerima manfaat. "Dana bantuan sebesar Rp300 ribu ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat," tulis infografis yang diunggah Anies.

Sebelumnya pemerintah pusat memastikan program BST tidak akan dilanjutkan per April 2021 karena tidak mendapat anggaran lebih. Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini mengatakan, alasan lain BST disetop adalah karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai menunjukkan perbaikan di skala mikro.

Risma tetap membuka pintu bagi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan pemerintah. Bantuan dapat diajukan dan akan dibantu lewat bantuan pangan non-tunai (BPNT).

Diketahui, anggaran untuk penyaluran bansos masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021. Pemerintah mengalokasikan dana PEN sebesar Rp699,43 triliun atau naik 21% dari realisasi PEN 2020.

Anggaran PEN 2021 akan disebar untuk lima klaster, antara lain perlindungan sosial sebesar Rp157,41 triliun, kesehatan sebesar Rp176,3 triliun, kluster UMKM dan korporasi sebesar Rp186,81 triliun, program prioritas sebesar Rp125,06 triliun, insentif usaha sebesar Rp53,86 triliun.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar