>

Dibantu 3 Kapal dari China, TNI AL Terus Lakukan Evakuasi KRI Nanggala 402

  Selasa, 04 Mei 2021   Fichri Hakiim
Ilustrasi (ist)

TANAHABANG, AYOJAKARTA -- TNI Angkatan Laut terus berupaya melakukan evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402. Kali ini, evakuasi tersebut melibatkan bantuan tambahan 3 kapal dari Angkatan Laut China (People Liberation Army Navy).

"Perkembangan proses evakuasi KRI Nanggala sampai sekarang, jadi betul ada dua kapal China dan rencananya ada satu lagi yang akan bergabung," ujar Asrena Kasal Laksamana Muda TNI AL, Muhammad Ali, di RSAL Mintohardjo Jakarta Pusat, Selasa 4 Mei 2021.

Ali menjelaskan, kapal yang dikerahkan dari China yakni kapal Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863, Ocean Tug Nantuo-185, dan Scientific Salvage Tan Suo 2, ketiganya memiliki kemampuan khusus untuk evakuasi.

"Kemudian dari China ini ada kapal salvage, ini dilengkapi oleh kapal selam mini juga. Ini bisa masuk ke kedalaman 1000 meter lebih, di laut Bali kan tenggelam di kedalaman 838 meter seperti yang kita ketahui, kemungkinan kapal-kapal ini akan dioperasikan," jelasnya. 

Kapal yang dikirim dari China yaitu Scientific Salvage Tan Suo 2 memiliki kemampuan khusus untuk scientific salvage (penyelamatan) yang dapat mengangkat benda dari bawah laut.

Selain itu, dari pihak TNI AL akan mengerahkan sejumlah personil dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), Batalyon Intai Amfibi (Taifib), Korps Marinir Indonesia, hingga Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), guna melakukan evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402.

"Kapal itu mampu mengangkat barang cukup berat. Yang Yongxingdao-863 ini kapal rescue kapal selam, kapal itu bawa kapal selam mini dengan 48 penyelam. Selain penyelam, yang kita siapkan di sana juga ada dari dislambair dan kopaska, Yongxingdao ini juga dilengkapi peralatan robotic," katanya. 

Ali menuturkan, selain 3 kapal dari China, ada juga satu kapal lagi yang dikerahkan milik SKK Migas. Kapal itu memiliki kemampuan dalam pemasangan pipa di bawah laut dan dapat memaksimalkan proses evakuasi. 

"Kapal itu bisa pasang pipa-pipa di bawah laut, jadi ada crane yang disiapkan, crane yang bisa mengangkut barang yang cukup berat dari dalam, itu yang dari SKK Migas," tuturnya. 

Ali menilai dalam evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402, membutuhkan persiapan khusus. Menurutnya, proses pengangkatan kapal selam membutuhkan seorang penyelam dengan pakaian khusus atau robot, guna menempelkan pengait di kapal selam KRI Nanggala yang nantinya bisa terangkat ke atas.

"Itu butuh tangan, bisa penyelam, bisa robot. Kalau penyelam dia harus pake baju khusus yang bisa sampai kedalamam segitu. Nah ini agak sulit, mungkin akan dibantu robot untuk pasang itu. Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Kalau yang besar belum. Tapi akan kita update lagi terakhir apakah sudah bisa, tapi upaya ini terus kita lakukan," jelas Ali. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar