--> -->

Dirut Telkomsel Tak Penuhi Panggilan Polisi Terkait Dugaan Korupsi Rp300 Miliar

  Jumat, 28 Mei 2021   Fichri Hakiim
Ilustrasi (Pixabay)

KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya belum bisa memeriksa Direktur Utama PT Telkomsel berinisial SH dan Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia berinisial EW, atas dugaan korupsi program Sinergi New Sales Broadband Telkomsel senilai Rp300 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis, mengatakan SH dan EW dijadwalkan dimintai keterangan sebagai saksi, pada Kamis 27 Mei 2021. Namun, keduanya tidak bisa hadir dengan alasan sedang mengurus HUT PT Telkomsel.

"Alasannya karena Telkomsel sedang ada kegiatan, yakni peluncuran 5G dan HUT Telkomsel itu sendiri. Jadi itu ya yang bisa kita sampaikan soal klarifikasi saudara SH dan EW," ujarnya.

Lubis menjelaskan, pihaknya mendapatkan pengaduan dari masyarakat soal adanya kucuran dana yang tak dapat dipertanggungjawabkan oleh PT Telkom Indonesia.

Kerugian akibat dugaan korupsi di perusahaan pelat merah itu ditaksir mencapai Rp300 miliar.

"Makanya kita minta klarifikasi, masih proses apakah dana tersebut sesuai dengan apa yang diadukan masyarakat. Ada dugaan dana yang dikucurkan Telkom saat itu yang disampaikan masyarakat tidak dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Hingga saat ini, petugas kepolisian masih menyelidiki dugaan korupsi soal pengajuan proposal program Sinergi New Sales Broadband Telkomsel. Diduga, proposal ini tak sesuai dengan penerapannya sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Krimsus Polda Metro Jaya melayangkan surat pemanggilan untuk SH dan EW pada Jumat 21 Mei 2021. SH dipanggil sesuai surat Nomor: B/4381/V/RES.3.3/2021/Ditreskrimsus dan EW sesuai surat Nomor: B/4382/V/RES.3.3/2021/Ditreskrimsus tertanggal 21 Mei 2021.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar