Hindari Lemak Ini Saat Kamu Mau Menurunkan Berat Badan

  Minggu, 30 Mei 2021   Eries Adlin
Hindari Lemak Ini Saat Kamu Mau Menurunkan Berat Badan (ilustrasi)/pixabay

TEBET, AYOJAKARTA – Kamu mau menurunkan berat badan—apalagi dengan cepat? Salah satunya ya hindari lemak, deh. Tapi bukan lemak sembarang lemak!

Pasalnya, ada juga jenis lemak yang justru membantu kamu hendak menurunkan berat badan. Sebaliknya, mengonsumsi lemak yang kurang baik justru malah memicu kenaikan berat badan.

Lemak yang dapat membantu kamu menurunkan berat badan adalah lemak sehat seperti lemak tak jenuh. Ada dua jenis lemak tak jenuh yang bisa dikonsumsi yaitu lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

Dengan mengonsumsi lemak tak jenuh, kamu dapat merasa kenyang lebih lama. Lemak jenis ini juga dapat membantu penyerapan nutrisi larut lemak dan melawan inflamasi. Itu sebabnya konsumsi lemak tak jenuh justru menunjang rencana kamu menurunkan berat badan.

Sebaliknya, ada juga lemak jenuh. Jenis lemak ini yang justru mengganggu upaya kamu menurunkan berat badan. Lemak jenuh, khususnya yang berasal dari daging, produk susu whole fat, dan aneka roti goreng dan berproses, memiliki potensi yang membahayakan kesehatan sehingga konsumsinya perlu dibatasi.

Salah satu efek dari konsumsi lemak jenuh adalah peningkatan kadar kolesterol jahat atau LDL dan penekanan kadar kolesterol baik atau HDL. Selain itu, konsumsi lemak jenuh juga berkaitan dengan peningkatan inflamasi yang nantinya bisa memicu kondisi fatal seperti penyakit jantung dan strok.

Ahli gizi sekaligus juru masak Serena Poon mengatakan sebagian besar makanan yang terbuat dari produk hewani tinggi lemak jenuh memiliki kandungan kalori dan lemak yang tinggi. Hal serupa juga berlaku untuk makanan berproses dan makanan cepat saji.

Studi dalam jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Disease juga menyoroti dampak dari konsumsi daging merah berlemak terhadap obesitas. Studi yang melibatkan 16.822 orang dewasa ini menunjukkan bahwa peningkatan asupan daging merah berlemak berkaitan dengan obesitas abdominal atau penumpukan lemak di perut. Obesitas abdominal merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit metabolik.

Studi lain dalam jurnal BMC Nutrition menunjukkan bahwa dari beragam kelompok makanan, konsumsi daging paling berkaitan dengan prevalensi obesitas dan kenaikan berat badan. Meski begitu, bukan berarti daging merah harus benar-benar dijauhi. Daging merah tetap bisa dikonsumsi secukupnya.

Selain itu, orang-orang yang sedang menurunkan berat badan disarankan untuk memilih daging merah dari hewan yang diberi pakan rumput. Jenis daging merah ini bisa lebih menunjang kesehatan dan upaya penurunan berat badan.

"Daging sapi yang diberi pakan rumput mengandung antara dua sampai lima kali lebih banyak omega 3 dibandingkan sapi yang diberi pakan gandum," pungkas ahli gizi Esther Blum MS RD CDN CNS, seperti dilansir EatThis, seperti dikutip oleh republika.co.id.

Asam lemak omega 3 dapat membantu menurunkan inflamasi. Selain itu, omega 3 juga dapat mencegah terjadinya kenaikan berat badan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar