--> -->

Pesepeda Bengal Melintas di Luar Jalur Khusus, Sanksi Ini Menanti

  Selasa, 01 Juni 2021   Fichri Hakiim
Pesepeda Bengal Melintas di Luar Jalur Khusus, Sanksi Ini Menanti (ilustrasi)/suara.com/alfian winanto

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mempertimbangkan sanksi berupa penyitaan sepeda, apabila terdapat pesepeda yang melintas di luar jalur khusus sepeda yang telah disediakan. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan sanksi yang diberikan berupa penyitaan KTP pesepeda atau sepeda itu sendiri. 

"Sebetulnya bukan hanya masalah dendanya, tapi karena ini baru pertama kalinya dilaksanakan di indonesia tentu harus ada SOPnya yang benar.  Misalnya kalau penindakan yang disita apanya, nih? Cukup KTP-nya si pesepada atau sepedanya itu sendiri, bagaimana registrasi dan sebagainya tentu ini harus dibicarakan lebih lanjut," ujarnya. 

Sambodo menjelaskan dasar tilang terhadap pesepeda ini sudah tertuang pada Pasal 299 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). 

"Kemudian terkait adanya wacana penegakan hukum, tentu dalam penegakan hukum adalah cara terakhir. Kita tetap melaksanakan yang disebut dengan preventif. Kalau pun memang itu tidak bisa, baru kita laksanakan represif," ujarnya. 

Namun, penerapan aturan ini harus dibahas terlebih dahulu dengan seluruh pihak yang terlibat dalam Crime Justice System (CJS). 

"Artinya masyarakat itu bertanya-tanya, kalau memang ditindak apanya yang dijadikan barang bukti? bagaimana proses hukumnya? Tentu ini harus kita bicarakan juga dengan CJS, kita bicara juga nanti dengan pengadilan, kita bicara dengan kejaksaan, kita akan mengundang ahli hukum pidana. Tentu harus koordinasi dengan bidkum dengan korlantas, kita akan undang rapat," tutur Sambodo. 

Jika aturan ini diterapkan, maka Polda Metro Jaya akan menjadi kepolisian yang pertama menerapkan tilang bagi pesepeda. "Di Pasal 299 UU Lalu Lintas itu dendanya Rp100 ribu. Sebetulnya bukan masalah dendanya, tapi karena ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia, tentu harus ada SOP-nya yang benar.”

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar