--> -->

Kenaikan Kasus Positif Covid-19 di Jawa Tengah Akibat Jadi Tujuan Mudik

  Jumat, 04 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA -- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito menilai bahwa kenaikan kasus positif di Provinsi Jawa Tengah terjadi karena wilayah tersebut merupakan tujuan mudik pada saat liburan Idulfitri. Dia mengatakan, mobilitas cukup tinggi terjadi pada penduduk setempat ke tempat wisata pada 13-19 Mei lalu.

Mobilitas yang terjadi tersebut bahkan mencapai 51%. Jika Jawa Tengah mengalami kenaikan kasus pada saat arus mudik, Provinsi DKI Jakarta mengalami hal sebaliknya.

Wiku mengatakan DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus Covid-19 pada saat arus balik mudik. “Hal ini yang mungkin menjadi penularan di tempat tujuan mudik dapat kembali ke DKI Jakarta,” ujar Wiku dalam keterangan persnya, Jumat 4 Juni 2021.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menyoroti lonjaknya kasus aktif Covid-19 di sejumlah wilayahnya. Melonjaknya kasus aktif tersebut sebenarnya sudah diprediksi oleh Ganjar, terlebih setelah adanya libur panjang yang selalu diikuti dengan munculnya kasus aktif baru.

“Ini terprediksi sebenarnya. Setiap kali ada libur panjang pasti ada kenaikan (kasus),” lapor Ganjar kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19, seperti dilansir dari website resmi BNPB, Kamis 3 Juni 2021.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini mencatat setidaknya ada delapan Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan kasus secara signifikan meliputi Sragen, Tegal, Brebes, Banyumas, Cilacap, Karanganyar, Wonogiri dan Kudus.

Mengacu pada catatan tahun lalu, Ganjar menuturkan bahwa apa yang terjadi di Jawa Tengah saat ini, persis seperti yang terjadi pada 2020. Ada peningkatan kasus aktif pascalibur panjang nasional yang menyebabkan naiknya Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur hingga 90 persen.

Ganjar mengaku telah melakukan konsultasi dan koordinasi secara rutin terkait adanya potensi kenaikan kasus akibat libur panjang ini. Namun, dia juga mengakui bahwa hal itu tidak semua diantisipasi dengan baik oleh sejumlah pemerintah kota/kabupaten di Jawa Tengah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar