Jelang Olimpiade 2020, Pebulutangkis Tunggal Putra Fokus Lima Hal Ini

  Sabtu, 05 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Jonatan Christie (Badmintonindonesia.org)

TEBET, AYOJAKARTA -- Kurang dari dua bulan tersisa sebelum penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 bergulir, Skuad Garuda terus meningkatkan konsistensi penampilan. Pesta olahraga empat tahunan yang sempat ditunda selama satu tahun karena pandemi Covid-19 ini rencana dihelat pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Tim bulutangkis Indonesia yang meloloskan tujuh wakil juga sudah bersiap menyambut gelaran tersebut. Persiapan terus dikebut, baik secara teknis yang berkaitan dengan pelatihan atlet maupun nonteknis yang bersifat administratif.

Tak terkecuali sektor tunggal putra yang memastikan menyertakan dua wakil di Tokyo, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Kepala pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra Ho, mengungkapkan program persiapan ke Olimpiade sudah berjalan sejak dua bulan lalu.

"Sejak dua bulan lalu hingga hari ini, kita sudah coba fokus untuk peningkatan fisik, stamina, power, strength, dan kecepatan. Semua sudah kita jalankan dan akan terus berjalan sampai kira-kira dua minggu sebelum keberangkatan nanti," ujar Hendry dalam keterangan yang dilansir dari PBSI, Jumat 4 Juni 2021.

"Sejauh ini saya lihat hasilnya cukup bagus dan harusnya on target dengan kondisi yang kita mau. Nanti ketika hari berangkat dan tiba di sana juga sudah dalam keadaan baik, hasil latihan juga sudah baik," lanjutnya.

Hendry mengatakan bahwa ia tidak melihat terlalu banyak kekurangan yang ada pada anak asuhannya. Dia hanya fokus pada peningkatan teknik dan mental di program latihannya ini.

Hendry mengungkap bahwa kekurangan anak didiknya itu sebenarnya tidak banyak. Hal ini karena mereka sudah berada di level atas. Hendry pun menyadari standar kualitas Ginting dan Jonatan.

"Hanya ada tingkat yang tidak maksimal, mungkin dari pikiran dan mental dengan kondisi seperti ini akibat jarang bertanding," jelasnya.

Kini, Hendry juga berfokus untuk membuat teknik permainan agar lebih konsisten dan fokus untuk menerapkan pola main yang benar. Teknik permainan yang saat ini diterapkan kepada dua andalan Indonesia itu adalah dengan cara bermain, strategi, pola pikir, dan mental.

"Untuk mental saya kira itu yang paling penting karena mereka sudah cukup lama tidak bertanding. Makanya nanti seperti rencana PBSI yang akan menggelar simulasi, itu sebuah harapan supaya kita bisa tahu dimana kondisi keadaan mental mereka," kata Hendry.

Tidak bertanding dalam waktu relatif lama diakui Hendry cukup memengaruhi keadaan. Tetapi pelatih berusia 57 tahun itu berusaha menyiasatinya.

"Kita menyiasati dengan konteks pola latihannya saja. Kita coba disamakan seperti pertandingan nanti. Juga di simulasi jadi kita bisa lihat kondisi mereka dan dampaknya apa nanti," tutur Hendry.

PBSI sendiri sudah menyiapkan pertandingan simulasi sebagai ajang pemanasan para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 18-19 Juni di Pelatnas Cipayung. Untuk format simulasi akan segera diumumkan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar