--> -->

Kesiapan Pemerintah Buka PTM Mulai Juli 2021 Diragukan

  Kamis, 10 Juni 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Pemerintah akan berencana memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021 untuk sekolah di seluruh Indonesia.

Rencana pemerintah yang akan membuka PTM pada pertengahan Juli 2021 itu mendapat sorotan dari pejabat publik salah satunya dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera.

Mardani menyebutkan, PTM yang akan dimulai Juli 2021 tersebut masih menyisakan berbagai persoalan yang seharusnya segera diselesaikan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan dimulai bulan depan.

"Bismillah, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang menurut rencana akan dilakukan Juli nanti masih menyisakan berbagai persoalan," cuit Mardani dikutip Ayojakarta dari akun Twitter @MardaniAliSera pada Rabu, 9 Juni 2021.

Mardani menyebutkan, beberapa persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah diantaranya terkait lambatnya pengisian daftar kesiapan sekolah yang akan memulai PTM hingga proses vaksinasi kepada tenaga pendidik yang terkesan lamban.

"Mulai dari pengisian daftar kesiapan sekolah sampai vaksinasi guru yang masih jauh dari target. Terlebih tren kenaikan kasus Covid-19 setelah lebaran diperkirakan terjadi sampai awal Juli," sambungnya.

Tentu tanpa alasan kenapa Mardani menyebutkan pemerintah terkesan lamban terkait kesiapan sekolah yang akan melaksanakan PTM, karena menurutnya saat ini hanya sekitar 50% yang menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan PTM

"Lambannya proses pengisian daftar kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka harus jadi perhatian. Karena saat ini, baru 54,35% yang sudah menyatakan siap PTM dari sekitar 530 rb sekolah," ujar Mardani.

Kendati demikian, dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah terkait kesiapan PTM karena saat ini data tersebut belum dipublikasikan oleh Kemendikbud Ristek.

Oleh karena itu, Ia berharap agar Kemendikbud Ristek segera membuka data kesiapan sekolah yang akan melaksanakan PTM.

"Tapi data tersebut belum Kemendikbud Ristek buka, baiknya perlu dibuka agar tidak ada kesimpangsiuran," katanya.

Bahkan tak hanya itu, Mardani juga menjelaskan lambatnya proses vaksinasi kepada tenaga pendidik yang sebelumnya dijanjikan oleh pemerintah akan dilakukan dengan cepat sebelum pelaksanaan PTM.

"Vaksinasi guru dan tenaga kependidikan yang tergolong lamban juga jadi catatan. Tidak berlangsung cepat seperti yang pemerintah janjikan," tutur Mardani.

"Saat ini, baru sekitar 28% atau 1,5 juta dari total 5,6 juta pendidik dan tenaga kependidikan yang telah mendapatkan vaksin," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar