>

Pandemi Covid-19 Dinilai Buat Para Pendidik Lebih Mengetahui Kebutuhan Siswa

  Jumat, 11 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi pandemi Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA -- Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Yaswardi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi, memberikan dampak positif dan negatif dalam dunia pendidikan.

Dia mengakui pembelajaran virtual memang masih memiliki beberapa hambatan dalam proses belajar mengajar. Namun sisi positifnya, kata Yaswardi, pandemi telah mempengaruhi para pendidik lebih memahami kebutuhan siswa

“Menambahkan bahwa sementara beberapa siswa mungkin berkembang dengan pembelajaran jarak jauh atau diskusi asinkron, tetapi ada juga yang sebaliknya,” papar Yaswadi dalam konferensi persnya dengan tema Masa Depan Pendidikan Teknologi di Indonesia Pascapandemi Covid-19, Kamis 10 Juni 2021.

Dia menyebut, hal serupa juga dirasakan oleh pemangku kebijakan. Yaswardi menyebut pandemi memberikan pembelajaran bagi pemerintah dalam merumuskan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035.

Peta pendidikan yang akan disusun pemangku kebijakan, sebut Yaswardi, akan memiliki tiga aspek utama. Apek utama tersebut yaitu pendidikan atau dalam hal ini kurikulum sebagai planning, pembelajaran sebagai hal yang harus dilakukan, dan penugasan atau assessment.

“Oleh karena itu dibutuhkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi masa pandemi ini, yang dilakukan berdasar pada kemampuan riil anak untuk dikembangkan sesuai kontinum perkembangannya,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mendorong para dosen universitas dan guru sekolah maupun madrasah agar lebih banyak melakukan kreativitas dan fleksibilitas dengan alat digital. Yaswandi menilai tahun 2020 merupakan bagian paling menarik, dimana para guru melakukan berbagai cara inovatif dalam membuat proses belajar yang lebih baik bagi anak didik mereka.

Pelatihan teknologi informasi, kata Yaswardi, merupakan salah satu isu yang akan terus didorong. "Bagaimana guru familiar dengan teknologi, anak juga familiar. Ini akan berdampak terjadinya interaksi yang positif,” pungkasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar