--> -->

Epidemiolog Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 Disebabkan Karakter Virus dan Human Behavior

  Senin, 14 Juni 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Pandemi Covid-19 di Tanah Air tak kunjung berakhir. Bahkan di Provinsi DKI Jakarta, jumlah kasus harian terus meroket dalam beberapa waktu terakhir. 

Menurut Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono, lonjakan kasus terjadi akibat dua faktor yakni human behaviour dan karakter virus.

Pandu menjelaskan, karakter virus yang terus bermutasi membuat kasus kian susah teratasi. Terlebih saat ini varian delta Covid-19 sudah masuk ke Indonesia dengan karakternya yang lebih mudah menular.

Sementara human behavior atau kebiasaan manusia juga membuat penanganan pandemi harus ditingkatkan. Dalam lonjakan terbaru ini, Pandu menyebut aktivitas masyarakat yang mudik saat Lebaran Idulfitri 2021 termasuk dalam human behavior ini.

"Mobilitas Penduduk keluar masuk Jabodetabek dimulai 24 April, sebelum larangan mudik diterapkan. Penduduk ikuti seruan pejabat agar mudik duluan," ungkap Pandu melalui akun Twitter miliknya @drpriono1, Senin 14 Juni 2021.

Untuk itu, Pandu menilai pemerintah dan masyarakat harus bisa satu barisan dalam penanganan pandemi. Masyakat diminta taat aturan, sementara pemerintah harus meningkatkan tes-lacak-isolasi.

"Pilihan Mitigasi terbatas, vaksinasi sebanyak-banyaknya penduduk lansia di wilayah terdampak," tutup Pandu. 

Berdasarkan data terbaru, dalam sepekan terakhir kasus aktif di Jakarta pada 6 Juni 2021 adalah 11.500 dan pada Minggu ini menjadi 17.400. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 17,1%. Jumlah tersebut masih di atas yang telah ditetapkan standar WHO yakni persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu untuk kamar tidur isolasi di rumah sakit juga terjadi peningkatan signifikan walaupun tingkat kematian cenderung tetap dan tak menunjukkan kenaikan. 

Pada pekan lalu tingkat keterisian rumah sakit di Jakarta sebesar 45%, per 13 Juni ini sudah terisi 75%.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar