Kartu Prakerja: Segera Lalukan Langkah Ini Agar Kepesertaan Anda Tak Dicabut!

  Senin, 14 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Kartu Prakerja (dok. print)

TEBET, AYOJAKARTA -- Kartu Prakerja hasil seleksi gelombang 17 telah diumumkan pada Kamis, 10 Juni 2021. Gelombang 17 hanya meloloskan peserta sebesar 44 ribu saja.

Gelombang 17 merupakan gelombang tambahan dengan kuota yang didapat dari pencabutan kepesertaan gelombang 12 hingga 16. 

Nantinya, para peserta dapat mengetahui pengumuman terkait lolos atau tidaknya di dashboard masing-masing pada laman prakerja.go.id atau melalui SMS.

Bagi peserta yang tidak lolos, akan tertulis 'Maaf Anda Gagal'. Namun jika lolos, peserta akan diarahkan untuk memverifikasi nomor rekening atau e-wallet. 

Selanjutnya, peserta lolos hanya tinggal menunggu hingga mendapatkan nomor Kartu Prakerja dan saldo sebesar Rp 1 juta yang tertera pada dashboard.

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja memberikan panduan untuk penerima Kartu Prakerja gelombang 17. Berikut 6 tahapan yang harus dilakukan peserta:

1. Cek dashboard akun Prakerja untuk memastikan dana pelatihan sudah tersedia

2. Bandingkan pelatihan di Bukalapak, Mau Belajar Apa, Pintaria, Pijar Mahir, Sisnaker, Sekolahmu, atau Tokopedia

3. Tonton video tentang Kartu Prakerja yang ada di dashboard sebelum membeli pelatihan pertama

4. Pilih pelatihan sesuai kebutuhan

5. Beli pelatihan dan bayar dengan Nomor Kartu Prakerja

6. Batas waktu pembelian pelatihan adalah 30 hari sejak menerima SMS pengumuman. Bila lewat dari waktu tersebut, maka kepesertaan akan dicabut.

Kendati saat ini Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja masih melakukan pelatihan secara daring, justru hal itu dinilai akan menjadi penentu utama keberhasilan peserta dalam belajar.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Dia menuturkan efektivitas pelatihan secara daring pada program Kartu Prakerja sebagai ‘the method is secondary’. 

"Karena penentu utama keberhasilan dalam belajar lebih pada motivasi, niat dan konsentrasi yang bersangkutan, bukan metodenya apakah daring atau tatap muka," kata Denni dalam pernyataan yang diterima Ayojakarta, Senin 14 Juni 2021. 

Peserta yang hadir secara fisik di kelas, kata Denni, belum tentu belajar. "Karena bisa saja melamun, tidak konsentrasi, tidak mengulang atau mempraktikkan materi, atau tak memiliki komitmen penuh pada kelas yang diikutinya,” jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar