--> -->

Markis Kido Dimakamkan Satu Liang dengan Sang Ayah

  Selasa, 15 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Situasi pemakaman Markis Kido di TPU Kebon Nanas / PBSI

TEBET, AYOJAKARTA -- Legenda bulutangkis Indonesia, Markis Kido yang berpulang hari Senin (14/6) kemarin dan dikebumikan hari ini, Selasa (15/6) siang. Kido dimakamkan satu liang dengan almarhum sang ayah, Djumharbey Anwar yang meninggal dunia tahun 2008 di TPU Kebon Nanas, Cipinang, Jakarta Timur.

Ratusan pelayat melepas kepergian peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dengan rasa penuh duka dan haru. Perwakilan PBSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan para mantan atlet terlihat mengiringi Kido hingga peristirahatan terakhir.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Kido sempat disalatkan lebih dahulu di Masjid Baitul Muslimun, Jaka Setia. Dari masjid jenasah langsung dibawa ke peristirahatan terakhir di TPU Kebon Nanas.

"Terima kasih kepada semua pelayat yang sudah mendoakan almarhum Kido. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau semasa hidup," ucap Joko Suprianto, mantan pemain yang mewakili keluarga dilansir dari Humas PP PBSI, Selasa 14 Juni 2021.

"Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan ketabahan," lanjut Joko, Juara Dunia 1993 di Birmingham yang juga paman dari istri Markis Kido, Richasari Pawestri.

Sementara itu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Kido. Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI Edi Sukarno menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

"Kido dengan semua prestasinya yang membanggakan adalah pribadi yang baik dan rendah hati, kami akan sangat kehilangan sosok almarhum," tutur Edi.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Bidang Peningkatan Prestasi Chandra Bhakti, menyampaikan pesan untuk selalu meneladani sifat dan sikap almarhum selama hidup.

Markis Kido lahir di Jakarta,  11 Agustus 1984. Ia menghembuskan nafas terakhir ketika sedang bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang hari Senin (14/6) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Kido meninggalkan satu orang istri, Richasari Pawestri dan dua orang putri. Terakhir Kido menjadi pelatih di almamaternya, PB Jaya Raya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar