--> -->

Pendaftaran BLT UMKM atau BPUM via Bank BNI dan BRI Sampai Akhir Juni 2021

  Kamis, 17 Juni 2021   Eries Adlin
Pendaftaran BLT UMKM atau BPUM via Bank BNI dan BRI Sampai Akhir Juni 2021 (ilustrasi)/republika.co.id/prayogi

TEBET, AYOBOGOR – Pendaftaran calon penerima BLT UMKM atau Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) via Bank BRI dan BNI masih dibuka sampai dengan akhir Juni 2021. Pelajari cara mendaftar dan cek penerima yang telah dirilis Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta bank penyalur yakni BRI dan BNI.

Pemerintah diketahui memperpanjang penyaluran dan pendaftaran penerima bantuan langsung tunai usaha mikro kecil menengah (BLT UMKM) atau BPUM senilai Rp1,2 juta per bulan sampai dengan 28 Juni sebagai stimulus semasa pandemi Covid-19. Namun, Banpres tersebut hanya disalurkan sekali kepada penerima manfaat.

Berdampak Baik

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa hasil pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kluster dukungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membantu mayoritas penerima manfaat dapat bertahan selama pandemi Covid 19.

“Beberapa hasil survei terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah memberikan paling tidak dampak yang cukup baik, seperti targeting program yang dianggap semakin baik untuk perlindungan sosial. Inklusi keuangan juga meningkat dengan perlindungan sosial, terutama yang bantuan nontunai,” jelas Menkeu dalam Webinar Kebijakan Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid 19, Selasa (15 Juni 2021).

Survei dilakukan oleh beberapa lembaga. Hasil Survei Evaluasi Penempatan Dana PEN yang dilakukan LPEM FEB UI dan Lembaga Demografi kepada 3.000 UMKM penyaluran penempatan dana PEN terbesar menunjukkan bahwa mayoritas responden dapat bertahan dan tidak mengalami penurunan omzet. Sebanyak 29% responden menyatakan omzetnya naik dan 26% responden mengalami peningkatan keuntungan.

“Penggunaan bantuan paling utama adalah untuk membeli bahan baku, barang modal, dan kebutuhan pribadi. Itu tentu karena mereka usaha kecil yang kadang-kadang kebutuhan untuk makanan, kebutuhan keluarganya,” ujar Menkeu seperti dilansir laman resmi Kemenkeu, kemenkeu.go.id.

Survei BPUM KemenkopUKM – TNP2K dilakukan kepada 1.261 usaha mikro dan 93 informan lainnya mengatakan mengetahui adanya program PEN yang menunjukkan bahwa sosialisasi berjalan baik. Lebih dari 60% penerima BPUM tidak memiliki cadangan kas.

“Jadi diberikan kepada 2,4 juta tahun lalu dan tahun ini diambil dari 9 juta akan dinaikkan 12 juta. Penerimanya itu sangat menentukan sekali buat mereka. Sebanyak 88,5% BPUM adalah untuk membeli bahan baku dan 23% menggunakan untuk keperluan usaha,” ujar Menkeu.

Sementara, survei BPUM PNM – TN2PK kepada 9.852 responden di seluruh provinsi Indonesia menyatakan bahwa 98,9% responden menggunakan dana PEN untuk keperluan usaha dengan rata-rata sebesar Rp1,7 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk bahan baku, membayar atau menyewa alat produksi, dan untuk membayar utang usaha dan pekerja.

“Survei ini menunjukkan apa yang dilakukan pemerintah melalui bantuan untuk usaha dan modal kerja memberikan dampak bagi UMKM yang cukup signifikan. Meskipun data tidak sempurna, sistemnya belum 100% siap, namun hasilnya tidak mengecewakan atau bahkan bagus. Inilah yang disebut leadership, peluang, tantangan yang dilakukan oleh pemerintah dan kita terus melakukan di mana kita terus melakukan evaluasi,” tutup Menkeu.

Cara Mendaftar

Bagi Anda yang pernah mendaftar, silakan cek di laman milik Bank BRI dan Bank BNI apakah termasuk sebagai penerima banpres (BPUM) atau BLT UMKM untuk periode Mei dan bulan selanjutnya pada 2021.

Anda yang tinggal dan memiliki usaha di DKI Jakarta serta ingin mendaftarkan diri sebagai penerima banpres produktif (BPUM) atau BLT UMKM silakan akses link alamat pendaftaran di bawah.

Via BRI

Anda dapat melakukan pengecekan apakan termasuk sebagai penerima BLT UMKM 2021 atau tidak melalui link eform.bri.co.id melalui ponsel, komputer, atau laptop dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Buka link eform BRI

  • Pilihlah menu BPUM (Cek Data BPUM)

  • Setelah itu akan muncul kolom Cek Penerima BPUM UMKM

  • Masukkan nomor kartu tanda penduduk (KTP) dan kode verifikasi

  • Klik proses inquiry dan akan muncul notifikasi pesan apakah kamu jadi penerima atau tidak

  • Jika nomor KTP terdaftar sebagai penerima bantuan BLT UMKM atau BPUM 2021, bakal muncul pesan yang bertuliskan seperti ini:

  • “Nomor KTP terdaftar sebagai penerima BPUM an. XXXXX dengan nomor rekening XXXX. Untuk verifikasi dan pencairan hubungi kantor BRI terdekat membawa KTP.”

  • Jika nomor KTP tidak terdaftar sebagai penerima, maka pesan yang muncul seperti ini:

  • “Nomor KTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM.”

Via BNI

Untuk mengecek apakah nama kalian terdaftar sebagai penerima BLT UMKM di BNI, silakan ikuti langkah berikut ini:

  • Buka laman https://banpresbpum.id

  • Kemudian masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan klik "Cari"

  • Maka akan muncul pemberitahuan terdaftar atau tidak sebagai penerima BPUM 2021.

  • Para pelaku UMKM yang terdaftar sebagai penerima, dapat mencairkan BLT UMKM dengan cara mendatangi kantor cabang BNI dan menandatangani serta menyampaikan SPTJM (surat pernyataan tanggung jawab mutlak).

  • Syarat lain yang juga harus dibawa saat pencairan bantuan, seperti dilansir suara.com, adalah e-KTP, Kartu ATM, dan buku tabungan. Setelah seluruh syarat pencairan terpenuhi, maka penerima bantuan dapat mencairkan dana BPUM melalui ATM BNI, ATM Link, ATM Bank Lain, Agen46, ataupun kantor cabang BNI terdekat.

Adapun syarat penerima BPUM atau BLT UMKM di DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

  • Pelaku usaha mikro yang tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)

  • Pelaku usaha mikro yang memenuhi persyaratan yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, memiliki usaha mikro. Pelaku usaha yang berminat mengajukan BPUM bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI/POLRI, pegawai BUMN, atau pegawai BUMD.

  • Pelaku usaha mikro yang memiliki modal usaha sampai dengan paling banyak Rp 1 miliar tidak termasuk bangunan tempat usaha dan hasil penjualan tahunan sampai dengan paling banyak Rp 2 miliar.

  • Pelaku usaha mikro mendaftar pada wilayah yang sesuai dengan domisili usaha. Persyaratan ini diperuntukkan bagi pelaku usaha yang memiliki alamat KTP dan alamat domisili yang berbeda.

  • Pelaku usaha mikro melengkapi dokumen pendaftaran. Adapun dokumen yang harus diunggah meliputi KTP, Kartu Keluarga (KK), izin usaha berupa NIB/SKU/IUMK yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, serta foto diri sedang melakukan kegiatan usaha.

  • Selain itu, pelaku usaha yang berniat mendaftar juga perlu memperhatikan bahwa sistem pendaftaran dibuka (on) mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Sistem pendaftaran ditutup (off) untuk penarikan data pada pukul 15.00-08.00 WIB.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar