--> -->

4 Kelompok Preman Pemalak Sopir Truk di Tanjung Priok Diamankan Polisi

  Kamis, 17 Juni 2021   Fichri Hakiim
Caption: Pelaku serta barang bukti yang diamankan petugas kepolisian. (Fichrihakiim/Ayojakarta.com)

 

KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA -- Polda Metro Jaya mengamankan 4 kelompok premanisme serta 24 tersangka yang bermain di luar wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Para tersangka kerap melakukan aksi pungutan liar atau pemalakan terhadap sopir truk kontainer yang akan menuju dan keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, mengatakan para preman yang ditangkap kerap meminta uang kepada supir truk kontainer sebesar Rp 50-100ribu.

"Ini ada 4 kelompok yang diamankan, dengan modus operandi menarik pungutan liar (pungli) kepada perusahaan truk kontainer tersebut. Total ada 24 tersangka yang kita amankan dari jasa pengamanan dan kelompok 'badboy' juga ada," tuturnya.

Fadil menjelaskan, kelompok pertama adalah kelompok Badboy yang telah menarik uang dengan total Rp 9,1 juta dari 12 perusahaan kontainer, serta 134 unit truk kontainer.

"Kelompok ini menarik uang rutin Rp 9,1 juta dari 12 perusahan dan total 134 unit kontainer. Ini di organisir oleh pimpinan, admin, staf, lalu koordinator asmoro di lapangan. Ada 4 tersangka dari kelompok Badboy yang kita amankan. Kami sita barang bukti berupa hp, buku pemasukan, stiker badboy, dan stempel pos pantau, surat-surat pernyataan pembayaran, buku tabungan dan fotokopi akte pendirian jasa pengamanan," kata Fadil.

Kedua, dari kelompok jasa pengamanan dan pengawalan Haluan Jaya Prakasa. Kelompok ini telah menarik uang sebesar Rp 177 juta dari 141 perusahan kontainer.

"Bahwa ini adalah kejahatan teroganisir, kami akan terus melakukan penegakan hukum dalam kasus ini. Penyidik sudah saya perintahkan untuk menganalisis transaksi keuangan dalam beberapa tahun ke belakang terkait modus ini. Kita amankan ada 6 orang mulai dari pimpinannya, anggota dan koordinatornya, serta kelompok asmoro dan bajing loncat di lapangan," jelasnya.

Ketiga, dari kelompok jasa pengamanan Sapta Jaya Abadi, dari kelompok ini petugas kepolisian menangkap 3 orang yaitu pimpinan, kordinator serta admin.

"Kelompok ini setiap bulannya menguntit uang dari total 23 perusahan angkutan kontainer, yang memiliki 529 unit kontiner. Sebanyak Rp 24 juta kita amankan dari kelompok ini," katanya

Keempat, dari kelompok jasa pengamanan Tanjung Raya Kemilau. Polisi mengamankan 10 tersangka yang mengorganisir 30 perusahaan truk kontainer.

"Mereka mengorganisir sebanyak 809 unit truk kontainer dan kita amankan total uangnya sebesar Rp 82 juta," jelas Fadil.

Perusahaan jasa keamanan dan pengawalan ini ada yang memiliki badan hukum dan ada yang tidak berbadan hukum.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. 

 
 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar