--> -->

Rionny Mainaky Sebut Tim Olimpiade Bulutangkis Perlu Pertandingan Simulasi Lagi

  Senin, 21 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi (Badmintonindonesia.org)

TEBET, AYOJAKARTA -- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky buka suara tentang hasil Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar hari Rabu-Kamis (16-17/6) di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Dia menganggap, hasil ketujuh wakil Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 sudah cukup baik, walaupun empat di antaranya mengalami kekalahan.

Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti takluk atas lawan-lawan yang merupakan rekan latihan di pelatnas. Hanya Jonatan Christie, Marcus Fernaldi/Gideon, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mampu menghadirkan kemenangan.

Rionny memahami bahwa tim olimpiade sedang menjalani latihan berat dan menjalani simulasi secara bersamaan, dimana keduanya dijalani dengan tidak mudah. Namun, dia melihat timnya sudah cukup siap, terutama untuk yang bisa mengeluarkan penampilan terbaiknya pada simulasi itu.

"Untuk yang kalah, mereka harus benar-benar melakukan evaluasi dengan pelatih. Ini kesempatan untuk cepat menyadari apa yang masih kurang untuk pertandingan di olimpiade nanti," kata Rionny dilansir dari Tim Humas PP PBSI, Senin 21 Juni 2021.

Bahkan, Rionny menuturkan bahwa tim olimpiade masih memerlukan beberapa kali lagi simulasi jelang keberangkatan ke Tokyo. Adik dari Richard Mainaky itu melihat, beberapa pemain belum mendapatkan suasana pertandingan karena lama absen dari turnamen.

"Kalau saya lihat kemarin itu kan uji coba. Saya lihat dari sisi fisik, teknik, dan gerakan sudah lumayan, tapi saya merasa belum dapat suasana bertandingnya. Masih canggung dan belum lepas," tutur dia.

Dalam menghadapi kendala tersebut, kata Rionny, para pelatih harus jeli dalam melihat kondisi anak didiknya. Dia berharap agar atlet yang berlaga di Tokyo sapat kembali mengadakan latih tanding hingga dua atau tiga kali.

"Buat seperti di turnamen, ada umpire dan lain-lain, karena kalau kita bikin lagi seperti kemarin sudah tidak ada waktu," jelasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar