--> -->

Menelisik Tren Kenaikan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta

  Selasa, 22 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi pandemi Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA – Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu penyumbang terbesar atas naiknya tren kasus positif Covid-19 di Indonesia pada akhir-akhir ini. Kenaikan ini disebabkan karena adanya libur panjang Idul Fitri terhitung sejak 12 Mei hingga 19 Mei 2021.

Berdasarkan data Covid-19 wilayah DKI Jakarta yang dilansir dari covid19.go.id, pada April 2021 DKI Jakarta tercatat memiliki jumlah kasus harian yang fluktuatif. Di bulan tersebut, kasus paling tinggi terjadi pada 1 April yaitu sebanyak 1.337 kasus positif.

Kemudian, kasus paling rendah bulan April terjadi pada 27 April 2021 yaitu sebanyak 394 kasus positif. Memasuki Mei 2021, kasus di DKI Jakarta cenderung menunjukkan angka penurunan.

Hal tersebut ditandai dari data yang menunjukkan bahwa selama Mei 2021, kasus harian di DKI Jakarta hampir tidak melebihi 1.000 kasus per hari kecuali pada 30 Mei, yang tercatat ada 1.064 kasus. Lalu kasus terendah harian pada Mei 2021 terjadi pada 16 Mei, yaitu sebanyak 161 kasus.

Tren kenaikan kasus di Ibu Kota mulai naik memasuki Juni 2021. Sejak 5 Juni, harian Covid-19 di Jakarta tercatat ada sebanyak 1.317 kasus. Angka seribu per hari terus terjadi sejak tanggal 5 Juni hingga 7 Juni 2021.

Kasus sempat turun di bawah angka seribu kasus pada 8 Juni, namun kembali meningkat pada 9 Juni hingga 21 Juni. Dari 9 hingga 21 Juni, kasus harian tertinggi tercatat pada 20 Juni yaitu sebanyak 5.582 kasus dalam sehari.

Klaster Mudik dan Perkantoran

Sebelum dan setelah Cuti Bersama dan Hari Raya Idul Fitri 2021, mobilitas masyarakat cukup tinggi. Hal ini diketahui dari data PT Jasa Marga yang mengatakan sebanyak 462 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta dan sekitarnya seminggu sampai dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

PT Jasa Marga juga mencatat sebanyak 200 Ribu kendaraan kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya pada satu hingga dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Jakarta mengalami kenaikan kasus akibat dari klaster mudik. Mobilitas arus balik masyarakat dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemungkinan membawa virus dari kampung halaman menuju Jakarta. yang begitu tinggi.

Fakta tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia. Dia menyebut dua klaster utama penyumbang kasus di ibu kota, yaitu klaster mudik dan klaster perkantoran.

Berdasarkan data terakhir pada 18 Juni 2021, untuk klaster mudik, terdapat sebanyak 1.172 klaster dengan total 2.458 kasus positif. Untuk klaster perkantoran mengalami kenaikan dari 64 kasus menjadi 227 kasus positif.

"Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, keluar rumah jika benar-benar penting, untuk sama-sama mencegah kenaikan kasus ke depannya," kata dia dilansir dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Jumat 18 Juni 2021.

Banyak Anak Jadi Korban Ganasnya Covid-19 di Ibu Kota

Selain membeberkan data mengenai sumber klaster pada infeksi kasus di Jakarta, Dwi juga memaparkan data terkait persentase korban positif Covid-19 di wilayahnya. Dari 4.144 kasus positif pada 17 Juni 2021, Dwi mengatakan sebanyak 16 persennya atau 661 kasus adalah anak usia 0 hingga 18 tahun.

“Yang mana 144 kasus diantaranya adalah balita. Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak,” imbuhnya.

Hingga 21 Juni 2021, jumlah kasus aktif di Jakarta sebanyak 32.060 kasus. Angka tersebut termasuk orang yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri. Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi positif secara total di Jakarta sebanyak 479.043 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 439.007 dengan tingkat kesembuhan 91,6%, dan total 7.976 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 26,4%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,3%.

Kenaikan Kasus Diprediksi Hingga Agustus 2021.

Menkes Budi membeberkan kemungkinan terburuk terkait lonjaknya kasus Covid-19 secara keseluruhan di Indonesia. Dia mengatakan bahwa puncak kenaikan kasus masih akan terjadi dari lima hingga tujuh minggu setelah liburan Idul Fitri.

“Jadi perkiraan, kita masih akan melihat adanya kenaikan kasus ini sampai akhir bulan ini (Juni) sampai awal bulan depan (Juli),” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin 7 Juni 2021.

Khusus DKI Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti memprediksi kasus aktif Covid-19 di ibu kota bisa mencapai 218.000 kasus pada Agustus 2021 mendatang. Hal tersebut disampaikannya berdasarkan pemodelan prediksi angka grafik kasus aktif harian Covid-19 yang bisa mencapai 27 ribu dalam sehari.

Menurut Widyastuti, apabila tidak dilakukan tindakan penanganan Covid-19 dengan cepat, maka kasus aktif harian bisa mencapai lebih dari 70 ribu, bahkan bisa mencapai 218.000 pada Agustus mendatang.

"Kami seperti halnya tahun lalu membuat tren-tren perkiraan sebagai bagian dari mitigasi," ucap Widyastuti saat ditemui di Balai Kota DKI, Senin 21 Juni 2021.

"Jadi, seperti tahun lalu kita juga buat angka prediksi tahun lalu. Dasarnya kita karena belum ada pemodelan kita mengajak beberapa institusi dan organisasi keahlian di bidangnya untuk membantu menghitung," ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang membahas aturan dan ketentuan sebagai respons atas lonjakan kasus di wilayahnya. Wakli Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menyampaikan pihaknya melibatkan para pimpinan di wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Ya, pokoknya semua dengan aturan dan ketentuan yang ada dengan situasi fakta data perlu ada kebijakan yang komprehensif yang baik, yang cepat terkait pencegahan penanganan dan pengendalian. Apapun nanti kebijakannya yang sudah kami bahas di internal akan nanti segera disusun ketentuan, aturan, dan regulasinya, Pergub dan lain sebagainya akan segera diumumkan oleh pak Gubernur pak Anies," ujar Ariza di Balai Kota DKI, Senin 21 Juni 2021. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar