Sejak 1605 Ondel-ondel Bagian dari Iring-iringan Acara, Bagaimana Kini?

  Selasa, 22 Juni 2021   Aini Tartinia
Monumen Ondel-ondel di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 22 Juni 2021/dok: Aini Tartinia

TEBET, AYOJAKARTA - Ondel-ondel sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga ibu kota.

Boneka besar yang digerakkan oleh orang di dalamnya tersebut merupakan budaya asli Betawi. Lekatnya ondel-ondel dengan budaya Jakarta menjadikan boneka ini pun sebagai ikon Kota Jakarta.

Pedagang Inggris, Edmun Scott dalam bukunya menyebut ondel-ondel diperkirakan sudah ada pada tahun 1605. Dahulu, ondel-ondel digunakan sebagai bagian dari iring-iringan acara kerajaan.

Kemudian, ondel-ondel juga digunakan untuk menolak bala. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Betawi, penyakit cacar akan hilang setelah mengarak ondel-ondel keliling kampung.

Sifat sakralnya tersebut juga tercermin dari cara pembuatan ondel-ondel yang konon dilakukan melalui proses ritual tertentu. Hal ini dilakukan agar proses pembuatan ondel-ondel berjalan lancar.

Seiring berjalannya waktu, ondel-ondel pun mulai banyak dikenal sebagai pelengkap acara hajatan. Di era Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin menjadikan ondel-ondel sebagai pertunjukan seni rakyat yang menghibur.

Pertunjukan ondel-ondel biasanya diiringi musik Betawi seperti tanjidor, pencak Betawi, bende, ningnong, rebana, dan ketimpring. Saat ini, ondel-ondel juga sering tampil dalam acara-acara budaya yang tak hanya di gelar di kota-kota di Indonesia, tapi juga mancanegara. 

(Sumber: Kemdikbud dan diolah dari berbagai sumber)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar