BPOM AS Laporkan Kasus Peradangan Jantung Akibat Suntikan Vaksin Pfizer dan Moderna

  Kamis, 24 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi vaksin Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menginformasikan tentang adanya peringatan kasus peradangan jantung pada remaja dan orang dewasa muda untuk vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna Covid-19.

Namun, mereka menyampaikan bahwa kasus tersebut jarang terjadi.

Kelompok penasehat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS bertemu untuk membahas kasus-kasus yang dilaporkan terkait kondisi jantung setelah vaksinasi. Mereka mengatakan bahwa peradangan pada remaja dan orang dewasa dengan usia muda kemungkinan terkait dengan vaksin.

Di lain sisi, para penasehat tersebut menegaskan suntikan vaksin Pfizer dan Moderna lebih mendatangkan banyak manfaat daripada risikonya. Kabar ini sempat membuat saham Moderna ditutup karena anjlok sebesar 4,2 persen dan Pfizer turun sebanyak 1,4 persen.

Regulator kesehatan di beberapa negara telah menyelidiki apakah suntikan Pfizer/BioNTech dan Moderna yang menggunakan teknologi mRNA dapat menimbulkan risiko. Jika benar, mereka juga akan meneliti seberapa serius risiko yang akan muncul.

CDC mengatakan bahwa pasien dengan peradangan jantung setelah vaksinasi umumnya pulih dari gejala dan berhasil sembuh. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, yang tergabung dengan kelompok dokter terkemuka AS dan pejabat kesehatan masyarakat mengeluarkan pernyataan yang menggarisbawahi bahwa vaksin tersebut aman dan efektif, serta efek samping jantung sangat jarang ditemukan.

"Kami sangat menganjurkan semua orang berusia 12 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk menerima vaksin di bawah Izin Penggunaan Darurat agar divaksinasi," kata CDC AS dalam pernyataan yang dilansir dari france24.com, Kamis 24 Juni 2021.

CDC melaporkan, kasus peradangan jantung lebih tinggi terjadi pada pria berusia antara 12 dan 24 tahun. Ini terjadi ketika mereka menerima dosis vaksin kedua.

Menurut data dari US Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS), ada 347 kasus peradangan jantung yang diamati dalam seminggu setelah dosis vaksin kedua pada pria berusia 12 hingga 24 tahun.

"Efek ini sebagian besar menghilang begitu anda masuk ke kelompok usia yang lebih tua, dimana individu berusia 50 tahun ke atas,” kata Wakil Direktur Kantor Keamanan Imunisasi CDC Tom Shimabukuro.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar