--> -->

Varian Delta Bermutasi Jadi Delta Plus, Disebut Bisa Lebih Menular

  Kamis, 24 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi pandemi Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA – Varian Delta yang berasal dari India telah bermutasi menjadi varian Delta Plus. Varian Delta Plus ditemukan pada 16 kasus di negara bagian Maharashtra.

Sekretaris Kesehatan Federal India Rajesh Bhushan membenarkan berita tersebut.

“Delta Plus menunjukkan peningkatan penularan dan kami menyarankan negara bagian untuk meningkatkan pengujian (testing),” ujar Rajesh seperti dilansir dari thenationalnews.com, Kamis 24 Juni 2021.

Saat ini, varian Delta Plus telah terkonfirmasi di Inggris. Kantor berita Sky News melaporkan bahwa 41 kasus dari varian Delta Plus ada di Inggris.

Badan kesehatan Inggris (PHE) mengatakan mereka sedang aktif menyelidiki kasus dari sejumlah kecil klaster. Saat ini PHE menyebut varian tersebut sebagai Delta-AY.1.

Direktur Khusus Covid PHE Andrew Lee mengatakan, tindakan pengendalian tambahan dilakukan dua minggu lalu di mana kasus Delta Plus telah terdeteksi.

“Investigasi kasus aktif dan klaster akan memastikan respons kesehatan masyarakat kami tetap cepat dan proporsional,” katanya seperti dilansir dari huffingtonpost, Kamis 24 Juni 2021.

Varian Delta Plus atau AY.1 adalah strain Delta (B.1.617.2) yang membawa mutasi K417N pada protein lonjakan. Hal ini dikatakan oleh Francois Balloux, Profesor Biologi Sistem Komputasi dan Direktur di Institut Genetika Universitas College London.

K417N adalah mutasi lonjakan tambahan yang terlihat pada varian Beta, varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Dia menuturkan K417N saat ini ditemukan pada sejumlah kecil genom varian Delta di Inggris.

Studi awal dari India menunjukkan varian Delta Plus bisa "lebih menular" daripada varian Delta yang ada dan 60 persen lebih menular daripada varian Alpha.

Saat ini para peneliti sedang melakukan penelitian untuk mengetahui apakah vaksin masih efektif melawan mutasi Delta Plus. Sementara itu, pengujian, pelacakan kontak, dan vaksinasi terus ditingkatkan di daerah-daerah di India dimana Delta Plus ditemukan.

Balloux menuturkan untuk saat ini, tidak ada penyebab khusus yang perlu dikhawatirkan dari varian Delta Plus. Hal ini mengacu pada rendahnya frekuensi Delta Plus yang terjadi di Inggris.

“Mengingat sedikitnya jumlah strain yang dilaporkan. Delta Plus menunjukkan bahwa Delta Plus tidak lebih menular dari varian Delta,” tutur dia.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar