--> -->

Kisah Duka Keluarga Korban Covid-19 yang Menyayat Hati Anies Baswedan

  Kamis, 24 Juni 2021   Aini Tartinia
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menemui keluarga korban Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara/dok: Facebook

CILINCING, AYOJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengharapkan, kondisi penyebaran pandemi Covid-19 bisa ditanggulangi sebaik mungkin. Karena ia tidak ingin lagi ada jenazah yang dibawa ke lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah yang terpapar Covid-19 di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Demikian disampaikan Anies saat meninjau TPU Rorotan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali, berserta jajarannya pada Rabu 23 Juni 2021 kemarin.

Pada saat peninjauan, Anies juga sempat menemui keluarga yang baru kehilangan kerabatnya dengan kesedihan yang tidak terbendung.

Anies melihat air mata tak berhenti mengalir dari seorang perempuan paruh baya. Usapan demi usapan tak membuat wajahnya kering. 

"Ia berjongkok di sisi kiri gundukan tanah kuburan yang masih basah. Jenazah suaminya yang berusia 54 tahun baru saja dikuburkan. Ibu itu tak berhenti bertutur atas kehilangannya," tulis Anies melalui unggahan akun Facebook-nya.

“Dia itu minggu lalu masih sehat-sehat Pak, terus kena covid, terus...” kalimat si ibu putus, meledak jadi tangis. 

Anak lelakinya terdiam memegang pundak ibunya. Anak perempuannya jongkok di sisi kanan. Menunduk.

"Duka mereka, duka kita, tak terkira dalamnya," kata Anies.

Masih di TPU Rorotan, Anies juga menemui seorang bapak yang sedang berdiri memandang satu kuburan yang juga masih basah. 

"Istri saya, Pak. Minggu lalu masih sehat. Cuma sakit perut terus drop, Pak. Kena Covid," begitu katanya. 

"Mata kami bertatapan. Tak perlu kata-kata. Hening dan mata basah itu sudah cukup pesannya. Duka itu tak terkira dalamnya," sambung Anies.

Tidak jauh dari situ, tampak seorang pemuda sedang berjongkok di depan makam yang masih basah.

Tak berapa lama ia bangun dan berbalik. "Saya dari Bandung, Pak. Ini Bapak saya. Minggu lalu masih sehat. Sekarang semua hilang, Pak," jelasnya dalam kalimat yang tersendat-sendat.

Tiga jenazah berderet itu dikuburkan hampir bersamaan. Setelah liang kubur ditutup, keluarga inti diberi waktu berdoa sejenak, lalu harus ke luar area pemakaman. Itulah akhir pengantaran mereka pada keluarganya.

"Datangi pemakaman dan lihatlah kenyataan. Kematian itu tak sekadar angka statistik. Tapi tentang saudara kita, orang-orang yang tadinya masih sehat, masih berkumpul dengan keluarga tercinta. Kini mereka dipisah selamanya. Ingatlah, bahwa setiap angka itu adalah satu kisah duka tak terkira," kata Anies.

Anies mengatakan, pada Rabu 23 Juni 2021, Pemprov DKI mencatat rekor pemakaman selama wabah Covid-19 di ibu kota. Sebanyak 180 jenazah dikuburkan dengan prosedur Covid-19. 

TPU Rorotan yang dikhususkan untuk pemakaman jenazah Covid-19 memiliki luas 3 hektare.

"Meskipun luas, tolong jangan sampai dipenuhi. Ya, jangan sampai penuh, jangan diisi jenazah seperti hari ini lagi. Cukup, cukup sudah. Kita tak ingin melihat lebih banyak lagi wajah duka," kata Anies mengingatkan.

"Batas usia ada di tangan Allah SWT, tugas manusia adalah ikhtiar. Sama-sama kita hindari kegiatan berpotensi penularan. Kita datangi tempat vaksinasi sebagai ikhtiar keselamatan. Hindari risiko, songsong ikhtiar keselamatan," demikian Anies.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar