Begini Kata MUI Soal Tren Taruhan Bola Pada Piala Eropa

  Jumat, 25 Juni 2021   Yogi Faisal
Ilustrasi taruhan bola Piala Euro 2020 (Yogi Faisal)

CIBINONG, AYOBOGOR - Sebanyak 24 tim dari 24 negara, telah selesai melakoni babak penyisihan grup pada perhelatan Piala Euro 2020. 

Kini, ajang kompetisi sepakbola paling akbar antar benua biru tersebut, menyisakan 16 tim terbaik dari 16 negara. Nantinya, belasan negara tersebut, akan bertarung pada fase knock out di babak 16 besar, yang akan berlangsung pada Sabtu 26 Juni 2021 nanti.

Tiga tim terbaik dari enam grup tersebut dipastikan bakal bertemu satu sama lain, demi memperebutkan gelar tahta juara antar negara Benua Eropa.

Hampir sebagian besar pecinta sepakbola, biasanya memeriahkan perhelatan Piala Euro maupun Piala Dunia dengan bertaruh. Ada banyak cara dan aturan main dalam bertaruh.

Mulai dari bertaruh pada setiap pertandingan, hingga menjagokan satu negara yang digadang bakal keluar sebagai juara pada ajang kompetisi sepakbola paling akbar antar benua biru tersebut.

Salah satu pecinta sepakbola sekaligus pelaku taruhan bola Aris Setiawan mengatakan, biasanya ia bersama rekan-rekannya kerap kali melakukan taruhan bola. Terlebih saat tim jagoannya berlaga.

Biasanya, taruhan dilakukan dengan menebak siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertandingan tersebut. "Kadang tebak siapa yang menang, kadang juga tebak skor pertandingan," katanya kepada ayobogor.com Jumat 25 Juni 2021.

Untuk satu kali bertaruh, biasanya Aris mesti merogoh kocek sesuai kesepakatan. "Kadang taruhan Rp50 ribu, kadang Rp100 ribu, tergantung lawan taruhannya mau berapa," ucapnya.

Aris mengaku, sudah melakukan taruhan bola sejak Piala Dunia 2002 lalu pada saat tuan rumah Korea - Jepang. "Kalau saya sudah sejak 2002 lalu. Pokonya setiap ada Piala Dunia, Piala Euro dan Copa America pasti saya kadang ikut taruhan," tuturnya.

Menurut pengakuannya, Aris melakukan taruhan tersebut hanya untuk bersenang-senang semata dengan teman-temannya. "Buat seru-seruan saja saya mah. Gak ada niat apa-apa atau gimana-gimana, buat happy aja, toh uangnya juga buat dimakan sama teman-teman tongkrongan juga," akunya.

Menyikapi hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH Mukri Aji angkat suara. Menurutnya, apapun bentuknya, apapun niatnya, bertaruh bola adalah salah satu kegiatan perjudian yang sudah jelas dilarang oleh Islam.

"Mau tebak skor, tebak siapa pemenang, kalau ada pasangan, ada taruhan namanya judi. Dalam hukum Islam sudah jelas perbuatan itu dilarang," ungkapnya saat dihubungi ayobogor.com Jumat 25 Juni 2021.

KH Mukri Aji menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan taruhan bola. Terlebih pada momen Piala Euro tahun ini.

"Sudah jangan lagi lakukan taruhan. Lebih baik cari kegiatan yang lebih manfaat. Mau niatnya iseng-iseng atau buat have fun saja lebih baik tinggalkan dan jangan dilakukan," tutupnya.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar